Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Langkah Stek Durian, Mudah dan Cepat Tumbuh

Kompas.com, 20 September 2022, 12:11 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbanyakan pohon durian bisa dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan secara generatif dilakukan menggunakan biji, sedangkan perbanyakan vegetatif bisa menggunakan stek.

Cara stek durian cukup mudah. Pebanyakan dengan cara ini dipilih karean tingkat pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan menanam durian menggunakan biji.

Dilansir kanal Youtube Petani Muda, Selasa (20/9/2022), berikut langkah-langkah stek durian yang mudah dan bisa dipraktikan oleh pemula.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Stek Durian agar Pertumbuhannya Cepat

cara stek durianyoutube.com/Petanimuda cara stek durian

1. Memilih batang pohon durian yang sehat

Cara stek durian yang pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih batang durian yang sehat. Nantinya, batang pohon ini akan menjadi bahan stek.

Pohon yang sudah dipilih kemudian dipotong menggunakan gergaji. Jangan lupa untuk membersihkan ranting dan daun pada batang tersebut.

2. Bersihkan kulit batang durian

Selain ranting dan daun, kulit pada batang durian juga harus dibersihkan. Cara membersihkannya yaitu dengan mengerok secara pelahan dan hari-hari.

Kulit batang perlu dibersihkan dengan tujuan agar zat perangsang tumbuh lebih mudah masuk ke batang. Hal ini bisa mempercepat pertumbuhan akar.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencangkok Durian? Ini Penjelasannya

3. Menyiapkan zat perangsang tumbuh

Zat perangsang tumbuh (ZPT) sebenarnya bisa didapatkan di toko pertanian. Namun, sebenarnya Anda bisa membuat ZPT dari bawang merah yang diparut.

Setelah itu, oleskan bawang merah parut di area batang yang sudah dikerok hingga merata. Kemudian, tunggu sampai kering.

Ilustrasi bibit durian musang king.SHUTTERSTOCK/AUGUSTINE BIN JUMAT Ilustrasi bibit durian musang king.

4. Siapkan media semai

Stek batang durian kemudian ditanam pada media pembibitan. Anda bisa menggunakan campuran tanah kuning, tanah pasir, dan kompos sebagai media pembibitan.

Media tersebut kemudian dimasukan dalam polybag besar. Setelah itu, tancapkan stek batang pada media pembibitan. Pastikan bagian yang sudah dioleh ZPT berada di bagian bawah dan tekan secara pelahan agar stek batang tidak roboh.

Baca juga: Gampang, Ini Cara Membuat Bibit Durian Kaki Tiga

5. Beri sungkup

Stek batang durian yang sudah ditanam kemudian disungkup menggunakan karung. Lalu, ikat sungkup pada polybag.

Pastikan sungkup tertutup rapat agar tidak terserang hama dan penyakit. Lalu, simpan pada tempat yang optimal dan cek kondisi pembibitan secara rutin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau