Penyakit ini bisa berkembang sangat cepat karena sporanya bisa tersebar lewat angin, air, atau serangga. Pada kondisi ideal, spora akan membentuk jamur baru ketika sudah melekat pada tanaman inang.
Perkembangan spora biasanya terjadi pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Jamur patogen ini juga bisa tumbuh sebagai saprofit pada sisa tanaman atau pupuk kandang dan dapat bertahan lama dalam tanah.
Baca juga: 3 Penyakit Bawang Merah yang Disebabkan Jamur dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi bawang merah.Meski jamur patogen penyebab penyakit ini sangat mudah menyebar, tapi tak perlu khawatir karena ada beberapa langkah mengatasinya.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah merendam benih dalam larutan PGPR dosis 10 ml/liter air selama maksimal tiga menit.
Selanjutnya, melakukan pemupukan berimbang. Saat musim hujan tiba, sebaiknya jangan berikan pupuk nitrogen terlalu banyak. Pasalnya, kandungan nitrogen berlebih dapat meningkatkan serangan Alternaria porri.
Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah di Lahan Gambut dan Pasir Kuarsa
Sebaiknya, menambahkan pupuk kalium karena kekurangan kalium bisa membuat tanaman bawang merah rentan terserang penyakit.
ketiga, menyiram tanaman setelah hujan untuk mencuci atau menghilangkan spora jamur yang menempel pada daun.
Selain itu, lakukan pemotongan daun atau bagian tanaman yang bergejala agar serangan tidak menyebar ke bagian tanaman yang masih sehat.
Langkah terakhir adalah menyemprotkan fungisida berbahan aktif difenokonazol. Langkah ini diambil ketika serangan sudah sangat masif. Meski demikian, pemberian fungisida kimia harus sesuai anjuran dan tidak boleh berlebihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang