Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Merawat Bunga Jambu agar Tidak Rontok

Kompas.com - 05/12/2022, 15:06 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Penyiangan tidak hanya dilakukan ketika tanaman jambu terserang hama dan penyakit. Proses penyiangan adalah melakukan pemangkasan dan pemotongan ranting dan cabang tanaman.

Tujuannya untuk membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.

Baca juga: Cara Membuat Perangsang Bunga dan Buah Pakai Micin

Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.UNSPLASH/ANISA WULAN SARI Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.

Cara ini sangat mudah, yakni dengan cara memotong ranting dan cabang yang usianya sudah tua sehingga nantinya cabang atau ranting baru dapat tumbuh. Dengan demikian bakal bunga pada cabang atau ranting baru bisa tumbuh dengan cepat.

Adapun cara membasmi hama bubuk kayu perlu anda lakukan karena hama ini biasa menyerang tanaman jambu.

4. Perbaikan kondisi tanah tanaman jambu

Kecukupan nutrisi dari tanaman jambu tidak hanya menggunakan pupuk tambahan seperti pupuk NPK, pupuk kandang, pupuk kompos dan pupuk kimia, namun juga perbaikan kondisi tanah tanaman jambu dengan membuat lubang tanam yang sesuai dengan kondisi akar tanaman jambu anda.

Apabila tanaman jambu sudah cukup besar, Anda bisa mengatur kegemburan tanah tanaman jambu dengan menghancurkan tanah di sekitar tanaman supaya tidak terlalu keras.

Baca juga: 5 Varietas Bunga Mawar yang Memiliki Karakter Unggul

Terkadang kondisi tanah yang terlalu keras membuat akar tanaman tidak dapat tumbuh. Padahal akar adalah bagian tanaman yang menopang sehingga dapat menahan tanaman.

5. Kawin silang

Karakteristik tanaman jambu untuk setiap jenisnya berbeda. Ada beberapa jenis jambu yang sulit menghasilkan bunga dan ada yang sangat mudah sekali menghasilkan bunga.

Selain itu, jenis bunga dari jenisnya sendiri tentunya memiliki karakteristik berbeda.

Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan perkawinan silang. Anda bisa menggunakan jenis jambu yang mudah berbunga dan tidak mudah rontok dengan jenis jambu dengan batang yang kokoh.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau