Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Langkah Budidaya Jamur Enoki di Rumah

Kompas.com, 28 Desember 2022, 16:07 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jamur enokitake atau enoki adalah jenis jamur yang bentuknya mirip dengan tauge. Jamur ini memiliki rasa yang enak, kenyal, lembut dan kenyal.

Jamur enoki biasanya diolah menjadi makanan berkuah. Secara ekonomi, jamur enoki memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, banyak orang berminat membudidayakan jamur ini. Umumnya, jamur enoki akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan suhu rendah.

Baca juga: Cara Budidaya Jamur Kuping, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Dikutip dari Garden Bench Top, Rabu (28/12/2022), berikut ini pedoman budidaya jamur enoki di rumah yang mudah dan menguntungkan.

Ilustrasi jamur enoki.SHUTTERSTOCK/JOYCE MAR Ilustrasi jamur enoki.

Mempersiapkan bahan dan alat

Untuk menanam jamur enoki, alat dan bahan yang perlu dipersiapkan tidak banyak. Berikut daftarnya:

  • Bibit jamur enoki.
  • Media tumbuh atau substrat.
  • Wadah kaca yang steril atau wadah plastik.

Baca juga: Tips Budidaya Jamur Merang agar Hasil Panennya Melimpah

Cara menanam jamur enoki

Langkah budidaya jamur enoki berikutnya yaitu penanaman. Berikut tata cara menanam jamur enoki yang benar.

  1. Sterilkan alat yang digunakan untuk menanam jamur enoki. Sterilisasi dilakukan dengan merendam alat dalam air panas selama 10 menit.
  2. Setelah itu, siapkan media tanam. Apabila menggunakan serbuk gergaji atau serpihan kayu keras, maka media tanam tersebut perlu direndam terlebih dahulu dalam air panas selama satu malam. Perendaman ini bertujuan agar media tanam bisa menyerap air.
  3. Berikutnya, campurkan substrat yang sudah di pasteurisasi dengan spora jamur enoki. Perlu diperhatikan bahwa, penaburan bibit harus dilakukan secara merata.
  4. Kemudian, masukkan media tanam yang sudah dicampur dengan bibit jamur dalam wadah steril sekitar 1 inci dari atas wadah tersebut.
  5. Selanjutnya, letakkan wadah berisi bibit jamur dalam tempat yang suhunya stabil dan kelembapannya tinggi. Penyimpanan di tempat ini dilakukan selama 2 hingga 3 minggu.
  6. Setelah miselium tumbuh, pindahkan wadah ke lingkungan yang lebih dingin. Tujuannya agar pembuhana lebih cepat.

Baca juga: 7 Jamur Pangan Populer Asal Jepang, Shiitake hingga Enoki

Panen

Jamur enoki mulai bisa dipanen setelah ukurannya cukup besar. Cara panen jamur enoki cukup mudah yakni dengan memotong batang jamur tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau