Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
arifda ayu
Dosen

Seorang dosen dengan bidang ilmu fitopatologi

Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung

Kompas.com, 31 Januari 2026, 04:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Editor Wisnubrata

PEMBICARAAN mengenai kesejahteraan petani sering diarahkan pada harga, pasar, dan kebijakan pascapanen. Pendekatan ini penting, tetapi belum sepenuhnya menyentuh aspek paling awal dalam proses produksi.

Dalam usaha tani jagung, keberhasilan ekonomi petani sangat dipengaruhi oleh keputusan yang diambil sebelum benih ditanam. Salah satu keputusan tersebut adalah pemilihan varietas, yang berperan langsung dalam menentukan tingkat gangguan penyakit tanaman sepanjang musim tanam.

Jagung merupakan komoditas strategis dengan peran penting dalam sistem pangan dan industri pakan ternak nasional. Permintaannya relatif stabil dan melibatkan jutaan petani. Namun, stabilitas permintaan tersebut kerap berhadapan dengan risiko produksi di lapangan. Penyakit tanaman seperti bulai, hawar daun, karat, dan busuk batang masih menjadi kendala utama yang dapat menurunkan hasil secara signifikan.

Dalam banyak kasus, penyakit muncul sejak fase awal pertumbuhan dan sulit dikendalikan jika tanaman tidak memiliki kemampuan genetik untuk menekan infeksi. Dalam praktik budidaya, penyakit jagung sering diperlakukan sebagai masalah yang muncul di tengah musim tanam.

Pengendalian kemudian dilakukan melalui aplikasi fungisida atau perlakuan lain setelah gejala terlihat. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga sering kali kurang efektif karena patogen telah berkembang di dalam jaringan tanaman.

Baca juga: Produksi Surplus, Bapanas: Indonesia Swasembada Jagung di 2025

Dari sudut pandang proteksi tanaman, strategi seperti ini menempatkan petani pada posisi yang rentan, karena pengendalian dilakukan setelah kerusakan mulai terjadi. Ilmu proteksi tanaman menempatkan pencegahan sebagai pendekatan utama dalam pengelolaan penyakit. Pencegahan berarti menurunkan peluang infeksi dan memperkecil dampak serangan sejak awal.

Pada tanaman jagung, pencegahan paling mendasar dimulai dari varietas yang digunakan. Varietas unggul dirakit melalui proses pemuliaan yang mempertimbangkan berbagai karakter penting, termasuk respons terhadap patogen utama. Sifat genetik inilah yang memungkinkan tanaman menekan perkembangan penyakit tanpa bergantung sepenuhnya pada input kimia.

Varietas unggul yang memiliki toleransi atau kemampuan menekan penyakit bekerja melalui berbagai mekanisme. Beberapa varietas mampu menghambat penetrasi patogen, sementara yang lain membatasi penyebaran patogen di dalam jaringan tanaman. Ada pula varietas yang tetap mampu tumbuh dan berproduksi meskipun terinfeksi pada tingkat tertentu.

Kemampuan-kemampuan ini sangat penting, terutama pada kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit, seperti curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat. Secara agronomis, penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan tekanan penyakit setempat menghasilkan pertanaman yang lebih sehat dan seragam.

Tanaman yang sehat memiliki pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dan mampu menopang pembentukan tongkol secara optimal. Dari sisi produksi, kondisi ini berkontribusi pada hasil yang lebih stabil. Sementara itu, dari sisi ekonomi, petani memperoleh keuntungan melalui pengurangan biaya pengendalian dan penurunan risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit berat.

Baca juga: Kisah PNS yang Memanggang Harapan Lewat Jagung Musiman...

Namun demikian, pemilihan varietas unggul di tingkat petani belum selalu didasarkan pada pertimbangan penyakit tanaman. Harga benih, ketersediaan di lapangan, dan kebiasaan menggunakan varietas tertentu sering menjadi faktor dominan. Informasi mengenai karakter varietas, khususnya terkait respons terhadap penyakit, belum sepenuhnya menjadi dasar pengambilan keputusan. Akibatnya, varietas yang ditanam tidak selalu sesuai dengan kondisi agroekosistem dan tekanan patogen yang ada.

Situasi ini menunjukkan bahwa varietas unggul bukan hanya persoalan benih, tetapi juga persoalan sistem informasi dan pendampingan. Penyuluhan pertanian dan lembaga perbenihan memiliki peran strategis dalam menjembatani pengetahuan ilmiah dengan praktik lapangan.

Informasi mengenai keunggulan varietas seharusnya tidak hanya menekankan potensi hasil, tetapi juga kemampuan varietas tersebut dalam menekan penyakit utama di suatu wilayah. Tanpa informasi yang memadai, manfaat varietas unggul tidak akan dirasakan secara optimal.

Penggunaan varietas unggul yang mampu menekan penyakit juga berkontribusi pada pengelolaan budidaya yang lebih efisien. Ketergantungan pada pestisida dapat dikurangi, sehingga biaya produksi lebih terkendali dan risiko dampak lingkungan dapat diminimalkan.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip proteksi tanaman yang menekankan integrasi berbagai komponen pengendalian, dengan varietas sebagai fondasi utama.

Dalam konteks pembangunan pertanian, pemilihan varietas unggul yang tepat perlu dipandang sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko produksi. Upaya peningkatan kesejahteraan petani tidak akan efektif jika kerugian akibat penyakit terus berulang di tingkat lapangan. Dengan varietas yang sesuai, petani memiliki dasar yang lebih kuat untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.

Pada akhirnya, varietas unggul bukan sekadar sarana untuk mengejar hasil tinggi. Ia merupakan instrumen proteksi tanaman yang menentukan arah pengelolaan penyakit jagung sejak awal musim tanam. Dengan menempatkan varietas unggul sebagai titik awal budidaya, pengelolaan penyakit dapat dilakukan secara lebih rasional, efisien, dan berpihak pada kepentingan jangka panjang petani.

Baca juga: Produksi Jagung Melimpah, Amran: Kita Siap-siap Ekspor

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau