Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahapan Budidaya Bawang Putih Organik yang Ramah Lingkungan

Kompas.com - 08/01/2023, 10:41 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Pembibitan

Bibit bawang putih diperoleh dari umbi yang sudah disimpan selama 2 sampai 3 bulan. Sebelum dilakukan penyimpanan, pastikan umbi yang akan dijadikan bibit terhindar dari hama penyakit dan berasal dari tanaman yang memiliki produktivitas tinggi.

Jemur bibit dibawah sinar matahari 7 sampai 10 hari, sampai daun dan kulit umbi kering. Gantungkan bibit selama 2 hingga 3 bulan dan bibit siap ditanam.

Baca juga: Cara Berkebun Bawang Putih agar Hasilnya Menguntungkan

Penanaman

Ilustrasi menanam bawang putih.SHUTTERSTOCK/ALICJA NEUMILER Ilustrasi menanam bawang putih.

Tahapan budidaya bawang putih organik yang selanjutnya yaitu melakukan penanaman. Berikut cara menanam bawang putih yang benar.

  1. Buatlah lubang tanam pada bedengan dengan jarak antar lubang 10 sampai 15 cm.
  2. Masukan bibit bawang putih ke dalam lubang tanam satu persatu.
  3. Lakukan penyiraman dan perawatan secara rutin.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama penyakit yang menyerang tanaman dikendalikan menggunakan pestisida alami. Pestisida alami dapat dibuat dari bahan yang ada disekitar kita seperti cabai, bawang merah, jahe dan bawang putih itu sendiri. Semprotkan secara merata dan dengan interval yang sering untuk hasil maksimal.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih, Mudah dan Murah

Pemanenan

Umbi bawang putih mulai berisi pada umur 2 bulan, dan pada umur 4 bulan, bawang putih siap dipanen. Bawang putih yang siap dipanen memiliki ciri-ciri, umbinya terlihat di atas tanah dan daunnya mulai layu.

Cara panen bawang putih dengan mencabut tanaman sampai umbinya terangkat. Lalu, kumpulkan dan masukan kedalam karung untuk dilanjutkan proses pasca panen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau