Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budidaya Tanaman Adas dengan Mudah

Kompas.com, 4 Juli 2023, 16:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman adas adalah jenis tanaman herba tahunan yang berasal dari Eropa Selatan dan daerah Mediterania. Akan tetapi, tanaman ini sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga tinggi. Tanaman ini menyukai cuaca sejuk dan cerah dengan curah hujan sekitar 2500 mm/tahun.

Adas akan tumbuh dengan maksimal pada tanah berlempung, subur, berdrainase baik, berpasir atau liat berpasir, dan memiliki pH 6,5 sampai 8,0. Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (4/7/2023), berikut ini tahapan budidaya tanaman adas yang perlu diketahui.

Baca juga: Cara Menanam Sayuran Asparagus, Bisa Dipanen Berkali-kali

Persiapan benih adas

Tanaman adas bisa diperbanyak secara generatif. Benih dapat diperoleh dari buah yang sudah masak. Benih yang sudah didapatkan perlu direndam dalam air selama 24 jam serta perendaman dalam larutan PEG dan KNO3.

Ilustrasi budidaya tanaman adasShutterstock/nnattalli Ilustrasi budidaya tanaman adas

Setelah itu, semai benih dalam polybag atau tray semai sampai benih tumbuh menjadi bibit atau tanaman muda.

Pengolahan lahan

Lahan yang akan ditanami perlu diolah terlebih dahulu dan dibersihkan dari gulma maupun tanaman liar yang tumbuh di lahan tersebut. Setelah itu, buat lubang tanam dan masukkan pupuk kandang sebanyak 100 gram/lubang.

Penanaman

Tahapan budidaya tanaman adas berikutnya yaitu penanaman. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di awal musim hujan.

Cara menanam adas yaitu dengan meletakkan bibit dalam lubang tanam. Kemudian tutup lubang tanam dengan tanah.

Baca juga: Cara Budidaya Vanili agar Cepat Berbuah

Perawatan tanaman

Perawatan tanaman adas yang perlu dilakukan yaitu penyiangan gulma, pemupukan ulang, pemberantasan hama dan penyakit, serta pengaturan saluran irigasi.

Untuk menghasilkan panen basa, tanaman adas membutuhkan 56,68 kg N, 11,73 kg P, dan 30 kg CaO/ha. Sementara itu, pengaturan irigasi dibutuhkan karena tanaman adas sangat responsif terhadap pengairan.

Pemanenan

Tanaman adas bisa dipanen saat berumur 8 bulan setelah tanam. Biasanya ditandai dengan warna buah hijau keabu-abuan sampai kehidumana.

Tekstur buahnya juga sudah cukup keras saat dipijat. Batang adas matangnya tidak serempak, maka dari itu penggunaannya memerlukan waktu lama hingga 4 bulan dengan jumlah pemetikan sebanyak 15 kali dalam interval waktu 1 hingga 2 minggu.

Baca juga: Cara Menanam Okra di Polybag, Bisa Panen 2-3 Hari Sekali

Cara panen adas bisa dilakukan dengan memetik buah yang samak dan meninggalkan buah yang masih muda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau