Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Perawatan Tanaman Sawo agar Tumbuh Subur dan Berbuah Banyak

Kompas.com, 5 Juli 2023, 20:57 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman sawo merupakan salah satu tanaman buah yang populer di wilayah tropis seperti Indonesia. Buah sawo di sukai karena memiliki daging buah yang lembut dan rasa yang manis.

Selain itu, kandungan gizi yang banyak menjadi pilihan favorit bagi para pecinta buah-buahan. Kualitas buah sawo sangat dipengaruhi oleh cara perawatannya.

Perawatan tanaman sawo memiliki beberapa tahapan. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, ini penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Buah Sawo yang Benar

1. Penyinaran matahari

Sinar matahari merupakan kebutuhan penting yang diperlukan semua tanaman tidak terkecuali tanaman sawo. Penyinaran matahari yang cukup, membuat tanaman dapat menghasilkan makanan pada proses fotosintesis.

Pohon sawoPixabay/David_Miram Pohon sawo

Tanaman sawo yang kekurangan sinar matahari secara langsung, pertumbuhannya akan terhambat. Oleh sebab itu, pangkas tanaman yang menghalangi sinar matahari dan tanam sawo pada lahan yang memiliki sedikit naungan.

2. Penyiangan

Rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman sawo, jika terus dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan. Hal ini disebabkan karena rumput liar akan menyerap kandungan nutrisi dan air dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman sawo.

Pembersihan rumput liar dapat dilakukan secara manual menggunakan menggunakan tangan, maupun sabit, dan cangkul. Selain itu \, pertumbuhan rumput liar dapat diatasi dengan pemberian mulsa jerami dan penyemprotan herbisida.

Baca juga: Cara Menanam Sawo dalam Pot, Mudah dan Cepat Panen

3. Pembumbunan

Cara perawatan tanaman sawo berikutnya yaitu pembumbunan. Seiring berjalannya waktu, tanah yang berada di sekitar tanaman sawo akan mengeras.

Tanah yang keras dapat menyebabkan air dan pupuk susah masuk ke dalam tanah dan diserap oleh akar tanaman. Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi terganggu.

Oleh karena itu, dibutuhkan pembubunan dengan cara menggemburkan tanah di sekitar tanaman. Caranya dengan mencangkul lapisan atas tanah sedalam 5 hingga 10 cm.

Ilustrasi buah sawo.DOK.SHUTTERSTOCK/Edgunn Ilustrasi buah sawo.

4. Penyiraman

Selanjutnya, perhatikan kebutuhan air tanaman sawo. Tanaman ini membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama pada musim kering.

Namun, hindari penyiraman air yang berlebihan karena bisa menyebabkan pada akar tanaman menjadi busuk. Pastikan tanah tetap basah, namun tidak tergenang air.

Baca juga: Cara Panen dan Pasca-panen Sawo agar Kualitasnya Terjaga

5. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman sawo perlu diperhatikan dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan, seperti jenis pupuk, dosis pupuk, cara pemupukan, dan waktu pemupukan.

Jenis pupuk yang baik digunakan seperti pupuk Phonska, urea, SP-36, Mutiara 16-16-16, dan DGW. Berikan pupuk tersebut sesuai dengan tahap pertumbuhan dan dosis yang dibutuhkan oleh tanaman.

Buat parit dengan kedalaman 3 hingga 5 cm berbentuk lingkaran mengelilingi tanaman yang bisa dilakukan saat pembumbunan. Setelah itu, taburkan pupuk secara merata.

6. Pemangkasan dan pruning buah

Tanaman sawo akan menghasilkan buah yang berkualitas dilakukan pemangkasan dan pruning (pembuangan) buah secara rutin. Pemangkasan bertujuan untuk membuang beberapa cabang yang kurang produktif dan tumbuh tidak teratur.

Selain itu, bunga yang tumbuh pada setiap cabang juga harus dikurangi. Tujuan pemangkasan cabang dan pruning buah ini juga sama yakni agar nutrisi dapat diserap tanaman lebih optimal untuk pembesaran buah yang dikembangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau