Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Maggot, Pakan Ikan Berkualitas dan Terjangkau

Kompas.com, 18 Agustus 2023, 19:11 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang masih asing dengan maggot. Apabila melihatnya secara langsung, Anda mungkin menyebutnya dengan nama belatung, yang terkesan menggelikkan dan menjijikkan.

Namun, maggot adalah salah satu pakan ikan berkualitas. Dikutip dari laman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Jumat (18/8/2023), maggot adalah larva lalat Black Soldier Fly (BSF), dengan tubuh berwarna hitam.

Pemerintah terus mencari bahan pakan ikan berkualitas yang harganya terjangkau. Dengan alternatif maggot, Anda dapat memberikan pakan ikan yang berkualitas dan dengan harga yang murah.

Baca juga: 3 Tahap Budidaya Tanaman Turi, Bisa Dipanen untuk Pakan Ternak

Ilustrasi budidaya maggot.SHUTTERSTOCK/FAIZAL AFNAN Ilustrasi budidaya maggot.

Berikut cara budidaya maggot yang mudah dilakukan oleh pemula.

Dikutip dari laman Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Demak, untuk mulai budidaya maggot, tentunya harus memiliki indukan lalat BSF terlebih dahulu. Anda bisa membeli telur BSF dengan harga pasaran yang cukup terjangkau.

Saat ini sudah banyak tersedia pelaku usaha BSF yang menjual telurnya secara daring.

Telur BSF ini kemudian ditetaskan pada media hatchery dengan pemberian media pakan yang sifatnya lembut dan mudah ditembus oleh maggot kecil, seperti buah-buahan, ampas tahu, atau ampas kelapa.

Baca juga: Cara Menanam Rumput Pakchong untuk Pakan Ternak

Adapun formulanya 3 gram telur kurang lebih 5 kg pakan basah per wadah. Pakan hanya diberikan sekali saja tanpa penambahan pakan, kecuali untuk daerah panas harus memberi air tambahan setelah beberapa hari apabila pakan mulai mengering.

Pada fase ini, lalat jenis lain, terutama lalat rumah dan lalat hijau, akan berusaha untuk bertelur dan merebut makanan maggot BSF.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau