Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Pepaya di Pot dari Biji supaya Buahnya Lebat

Kompas.com, 3 November 2024, 12:32 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pepaya adalah salah satu buah yang sangat populer di Indonesia. Menanam pepaya dapat dilakukan di dalam pot di pekarangan rumah.

Dengan demikian, menanam pepaya tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi juga bisa dilakukan di lahan yang sempit sekalipun.

Dikutip dari laman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Minggu (3/11/2024), agar proses budidaya pepaya dalam pot berjalan lancar, pastikan dalam memilih jenis pepaya yang pohonnya tidak tumbuh terlalu besar.

Baca juga: Tips Menanam Pepaya Premium yang Nilai Jualnya Tinggi

Ilustrasi pohon pepaya.Shutterstock/Kanjanee Chaisin Ilustrasi pohon pepaya.

Selain itu, perlu dipastikan juga jenis pepaya tersebut menghasilkan buah yang manis dan mengandung vitamin yang berguna bagi tubuh

Berikut cara menanam pepaya di pot agar berbuah lebat.

1. Memilih bibit pepaya

Cara menanam pepaya dimulai dari proses pemilihan bibit. Pada tahap ini, ada dua jenis bibit yang baik dipilih, yakni bibit unggul yang dibeli atau membuat bibit sendiri.

Untuk penanaman dalam pot, Anda disarankan memilih pepaya california karena jenis tersebut tidak terlalu besar dan cocok ditanam dalam pot.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya di Pot agar Berbuah Lebat

2. Menyiapkan bibit pepaya

Untuk mendapatkan bibit pepaya yang baik, Anda perlu menyeleksi buah pepaya yang ingin diambil bijinya. Pilihlah buah pepaya dengan bentuk memanjang, tidak cacat, bebas dari penyakit, dan dibiarkan matang di pohon.

Ambil biji yang terdapat di dalam buah pepaya dan lakukan proses perkecambahan dengan cara merendam biji papaya semalam dalam air hangat kuku. Ambil biji yang tenggalam, cuci bersih lalu tiriskan dan masukkan biji dalam kantong plastik besar yang ditiup.

Ilustrasi pepaya, buah pepaya. Shutterstock/Itaci Ilustrasi pepaya, buah pepaya.

Ikat platik dengan rapat agar udara tidak bisa keluar. Setelah sekitar 7 sampai 12 hari biji akan mulai berkecambah.

3. Pengolahan media tanam

Setelah bibit siap, langkah yang selanjutnya harus dilakukan adalah menyiapkan media tanam.

Baca juga: Begini Cara Membuat Pestisida Organik dari Daun Sirih dan Daun Pepaya

Proses menyiapkan media tanam pepaya dengan cukup mencampurkan tanah pekarangan dan pupuk kandang dengan menggunakan perbandingan 2 : 1.

Agar media tanam dapat bekerja dengan baik, pastikan pupuk kandang sudah tua. Sebab, jika pupuk belum matang bisa menyebabkan panas dan membunuh tanaman.

Setelah media tanam siap, siapkan pot tanaman dengan diameter minimal 40 cm dan bagian bawahnya terdapat lubang drainase. Lubang drainase berguna supaya sisa air dapat mengalir dan tanaman tidak busuk.

Isi bagian paling bawah pot dengan pecahan genting, arang dapur, kerikil, supaya lubang drainasenya terjaga.

Baca juga: Mudah, Cara Membuat MOL dari Pepaya Busuk

4. Penanaman bibit pepaya

Apabila bibit dan media tanam sudah siap, mulailah proses penanaman bibit pepaya dengan langsung menanam bibitnya dalam media tanam. Tanam bibit dengan posisi tegak, lalu pastikan bagian akar tertutup rata dengan tanah.

5. Perawatan pohon pepaya

Setelah pohon pepaya berumur sekitar 1,5 bulan, lakukan penyulaman dengan mencabut tanaman yang tumbuh jelek dan ganti dengan bibit baru. Amati pohon pepaya saat bunga mulai tumbuh pada ketiak daun di usia sekitar empat bulan.

Apabila bunga tumbuh tunggal, berarti bunga betina. Sementara itu, jika bunga tumbuh bergerombol, maka itu bunga jantan.

Ilustrasi pupuk kandang, penggunaan pupuk kandang di halaman rumah.SHUTTERSTOCK/ABO PHOTOGRAPHY Ilustrasi pupuk kandang, penggunaan pupuk kandang di halaman rumah.

Untuk pasokan nutrisi, lakukan pemupukan susulan pada minggu kedua dengan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Baca juga: Simak, Cara Pemupukan Pohon Pepaya yang Benar

Siram pohon pepaya setidaknya satu hari sekali jika lingkungan kering. Namun demikian, jika curah hujan tinggi, pastikan saja tanah tidak kering.

6. Panen pepaya

Panen buah pepaya bisa dilakukan ketika sudah memasuki masa tanam 9 bulan dan banyak berbuah.

Buah pepaya yang dipetik harus buah yang mendekati stadium matang pohon dengan ciri garis kuning pada kulit buahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau