
Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Pertama, belum adanya riset tanaman durian yang terpadu. Akibatnya, belum tampak durian unggulan Indonesia dengan kualitas prima. Kalau pun ada, riset itu hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas.
Kedua, selama ini budidaya durian cenderung secara tradisional, sebab umumnya hanya melibatkan petani dengan areal yang terbatas.
Akibatnya, perhatian pada perawatan dan pemupukan tanaman sangat terbatas. Itu sebabnya, petani perlu dibekali pengetahuan tentang pemilihan bibit unggul, perawatan dan pemasaran.
Kecerdasan petani menjadi salah satu kunci utama keberhasilan usaha durian. Negara harus terlibat langsung dalam upaya pencerdasan petani.
Ketiga, usaha budidaya tanaman durian belum banyak melibatkan perusahaan swasta untuk mengembangkan perkebunan skala besar yang mampu produksi sepanjang tahun dengan kualitas terbaik.
Belakangan setelah melihat pasar yang tidak terbatas, pihak swasta mulai bergairah mengembangkan budidaya durian.
Kehadiran pihak swasta dapat mendorong adanya buah durian berkualitas, unggul dan sesuai standar global serta fokus ekspor. Pasar ekspor menuntut kualitas, kuantitas dan kontiunitas.
Dengan iklim tropis yang dimiliki Indonesia membentang dari Aceh hingga Papua memicu durian dapat terus berproduksi dengan waktu produksi di setiap sentra berbeda-beda.
Keempat, pemerintah perlu melakukan promosi buah durian unggulan Indonesia ke pasar global. Selama ini setidaknya ada tujuh durian Indonesia yang populer, yakni durian montong, durian petruk, durian bawor, durian musang king, durian tembaga, durian bokor, durian duri hitam dan durian merah.
Sudah waktunya semua pihak mengerahkan segala kekuatan untuk mengembangkan tanaman durian secara lebih baik.
Para petani perlu mendapatkan informasi yang akurat, baik tentang perawatan tanaman dan prospek buah durian yang memiliki pasar tanpa batas.
Melalui informasi budidaya yang benar, petani pasti semakin bergairah. Mereka akan bekerja penuh semangat guna menghasilkan buah durian berkualitas tinggi dengan volume produksi yang besar.
Apalagi dengan dukungan pasar yang luas dan harga tinggi, maka durian dapat menjadi salah satu andalan Indonesia meraup devisa.
Pasar domestik memang semakin menjanjikan. Namun, penjualan di pasar global juga perlu ditingkatkan.
Di luar negeri pasar durian seolah tanpa batas. Penandatanganan protokol ekspor durian beku antara Indonesia dan China pada 25 Mei 2025, menjadi langkah yang bagus.
Bahkan, sudah delapan perusahaan yang lolos verifikasi untuk mengekspor daging durian beku ke China. Sebuah peluang sudah terbuka lebar.
Ayoo bangkit durian Indonesia!
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang