Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pestisida dari Biji Buah Jarak, Bisa Menghalau Serangga

Kompas.com, 16 Januari 2023, 11:04 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jarak merupakan tanaman liar yang biasanya tumbuh di hutan, semak-semak, lahan kosong di dataran rendah, atau di sepanjang pantai. Akan tetapi, saat ini jarak sudah banyak ditanam sebagai komoditas perkebunan yang menguntungkan.

Salah satu bagian dari tumbuhan jarak yang banyak dimanfaatkan yaitu biji buahnya. Biji buah jarak diketahui bisa diolah sebagai pestisida nabati.

Dilansir dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Senin (16/1/2023), biji buah jarak diketahui mengandung senyawa aktif seperti; trigliserida, asam palmitat, asam isorisinoleat, asam risinoleat, asam linoleat, asam linolenat, asam dihidroksi stearat, dan asam stearat.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Brotowali

Selain itu, biji buah jarak juga mengandung alkaloid risin, senyawa enim, saponin, dan beragam senyawa flavonoid. Kandungan tersebut yang membuat biji buah jarak cocok diolah menjadi pestisida organik.

Ilustrasi pestisida nabati, penggunaan pestisida nabati untuk tanaman. SHUTTERSTOCK/VERVERIDIS VASILIS Ilustrasi pestisida nabati, penggunaan pestisida nabati untuk tanaman.

Cara kerja pestisida dari biji buah jarak yaitu menghambat pembentukan telur ovisida, dan menghambat perkembangan hama serangga. Adapun cara membuat pestisida dari biji buah jarak, seperti berikut:

Persiapan alat dan bahan

Sebelum mulai membuat pestisida dari biji jarak, siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan. Berikut beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan:

Baca juga: Cara Membuat Pestisida dari Jahe, Mudah dan Ramah Lingkungan

  • Blender
  • Saringan
  • Ember
  • Biji buah jarak
  • Minyak tanah 1 sendok teh
  • Air bersih 1 liter
  • Sabun

Cara membuat pestisida dari biji buah jarak

Setelah semua alat dan bahan tersedia, tahapan selanjutnya yaitu membuat pestisida organik dari biji jarak. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Rendam terlebih dahulu biji buah jarak yang sudah dihaluskan dan masih segar dalam 1 liter air. Perendaman dilakukan selama 24 jam.
  2. Setelah itu, rebus air rendaman biji buah jarak selama kurang lebih 10 menit.
  3. Tambahkan minyak tanah sebanyak 3 sendok teh dan sabun dalam jumlah sedikit.
  4. Berikutnya, saring air rebusan tersebut dan encerkan sehingga menjadi 10 liter larutan pestisida.
  5. Pestisida dari biji buah jarak yang sudah selesai dibuat bisa segera diaplikasikan ke tanaman dengan cara menyemprotkan pada tanaman yang terserang hama di pagi dan sore hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau