Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Pepaya dari Biji agar Cepat Tumbuh

Kompas.com, 12 September 2022, 12:27 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam pepaya mudah dilakukan dengan menggunakan bijinya. Bahkan, Anda bisa menanamnya di dalam pot sehingga bisa dibudidayakan di rumah.

Biji buah pepaya dapat ditanam langsung di media tanam atau disemai terlebih dahulu. Namun, perlu diketahui, biji pepaya sangat peka dengan perubahan suhu dan kelembapan. Karena itu, penyemaian harus dilakukan secara hari-hari.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian Indonesia, Senin (12/9/2022), berikut tata cara menanam pepaya dari biji agar cepat tumbuh.

Baca juga: Menguntungkan, Ini Cara Menanam Pepaya California yang Benar

Memilih benih pepaya

Ilustrasi buah pepaya, biji pepaya.UNSPLASH/ALEXEY DEMIDOV Ilustrasi buah pepaya, biji pepaya.

Benih atau biji pepaya didapat dari buah sehat yang dibiarkan matang di pohon. Setelah itu, buka buah pepaya dan ambil biji yang ada di tengah buah.

Perkecambahan benih

Langkah selanjutnya adalah perkecambahan benih menggunakan tisu atau kantong plastik. Berikut langkah-langkahnya. 

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik MOL dari Pepaya Busuk

  • Perkecambahan menggunakan tisu

1. Rendam biji pepaya dalam air hangat selama satu malam.

2. Ambil biji yang tenggelam dan cuci bersih, lalu tiriskan.

3. Bungkus biji pepaya dalam tisu, kemudian semprot air agar tetap lembap.

4. Masukan biji yang sudah dibungkus tisu ke plastik klip, lalu tutup rapat.

5. Tempatkan biji pada area yang terkena sinar matahari, tapi tidak langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk persemaian adalah sekitar 30 derajat Celsius.

6. Jaga kelembapan tisu dan tujuh sampai 12 hari biji mulai berkecambah.

7. Biji yang sudah berkecambah bisa dipindahkan ke polybag berisi pupuk kandang dan tanah untuk disemai. 

Baca juga: Simak, Cara Memilih Bibit Pepaya California yang Bagus

  • Perkecambahan menggunakan plastik

Selain menggunakan tisu, perkecambahan bisa menggunakan plastik. Adapun langkah-langkahnya seperti berikut:

1. Rendam biji pepaya dalam air hangat semalam.

2. Setelah itu, ambil biji yang tenggelam, cuci bersih, dan tiriskan.

3. Masukan biji ke plastik besar, kemudian tiup.

4. Ikat rapat agar udara tidak keluar.

5. Tunggu tujuh sampai 12 hari hingga biji berkecambah. 

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Pepaya di Dalam Pot

Ilustrasi tanaman pepaya di dalam pot, menanam pepaya di pot. SHUTTERSTOCK/AIMPOL BURANET Ilustrasi tanaman pepaya di dalam pot, menanam pepaya di pot.

Siapkan media tanam

Media tanam yang dapat digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Anda juga bisa menambahkan arang sekam agar drainase baik. 

Setelah itu, siapkan pot besar diameter 40 sentimeter dengan bagian bawah sudah berlubang. Terakhir, isi pot dengan media tanam. 

Baca juga: Cara Menanam Pepaya di Pot dari Bijinya

Penanaman

Buat lubang tanam di tengah pot, kemudian letakan bibit pepaya pada lubang tanam tersebut, dan tutup lubang tanam menggunakan media tanam.

Selain itu, isi juga pecahan genting, arang, atau kerikil untuk menjaga pengeluaran air.

Perawatan tanaman

Cara menanam pepaya dari biji tidak sulit. Namun, jika tidak dirawat, tanaman pepaya tidak akan tumbuh optimal. Perawatan yang diperlukan adalah penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama serta penyakit.

Baca juga: Cara Memupuk Pohon Pepaya California agar Subur dan Berbuah Lebat

Panen

Buah pepaya setidaknya bisa dipanen setelah berumur sembilan bulan setelah tanam. Buah pepaya yang bisa dipanen adalah sudah ada garis kuning pada kulitnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau