Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisa Dilakukan di Rumah, Begini Cara Menanam Cabe di Polybag

Kompas.com, 14 September 2022, 17:38 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayuran ini memiliki rasa yang pedas sehingga sering dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa makanan.

Cara menanam cabe di polybag cukup mudah. Dengan demikian, Anda bisa mencukupi kebutuhan cabai di rumah dengan mudah dan murah.

Menurut penjelasan di situs Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat, berikut tata cara menanam cabai yang benar menggunakan polybag atau pot.

Baca juga: Pedoman Cara Menanam Cabe Rawit di Gunung agar Berbuah Lebat

Menyemai benih

Ilustrasi penyemaian benih tanaman cabai menggunakan gelas plastik. SHUTTERSTOCK/DIANA TALIUN Ilustrasi penyemaian benih tanaman cabai menggunakan gelas plastik.

Benih tanah cabai bisa diambil dari buah cabai yang sudah matang dan sehat. Sebelum ditanam, benih harus terlebih dahulu disemai. Adapun langkah-langkah menyemai benih cabai, seperti berikut:

  1. Siapkan media semai dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar dnegan perbandingan 3:2:1.
  2. Sterilkan terlebih dahulu media semia tersebut dengan menjemurkan di bawah sinar matahari langsung.
  3. Masukan media semai dalam polybag kecil atau plastik es.
  4. Setelah itu, rendam benih dalam air hangat dan ambil benih yang tenggelam.
  5. Rendam benih dalam fungisida dosis 1-2 cc per liter air selama 1 jam.
  6. Masukan benih ke dalam polybag semai dan tutup tipis benih dengan media semai.
  7. Lakukan penyiraman secara rutin dan tunggu sampai benih tumbuh daun 4-5 helai.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Biji Cabe agar Cepat Tumbuh

Pindah tanam

Setelah bibit cabai tumbuh, langkah selanjutnya yaitu memindakan bibit ke polybag yang lebih besar. Berikut ini cara menanam cabe di polybag yang benar.

  1. Siapkan media tanam dari dan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Apabila tanah yang digunakan terlalu padat, maka Anda bisa menambahkan sekam bakar, sehingga perbandingkannya menjadi 3:2:1.
  2. Masukan media tanam pada polybag besar berukuran 40 x 50 cm.
  3. Buat lubang tanam dan letakan bibit cabai ke lubang tanam.
  4. Tutup lubang tanam menggunakan media tanam yang ada di polybag sembari dipadatkan.
  5. Siram sampai media tanam jenuh atau basah secara keseluruhan.
  6. Penanaman sebaiknya dilakukan sore hari agar bibit cabai lebih mudah beradaptasi.

Ilustrasi tanaman cabai.SHUTTERSTOCK/HUMANNET Ilustrasi tanaman cabai.

Merawat tanaman

Agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan sehat dan produktivitasnya melimpah, maka perawatan tanaman harus dilakukan dengan optimal.

Beberapa jenis pemeliharaan yang bisa dilakukan yaitu penyiraman, pengendalian gulma, pemupukan, pemasangan ajir atau tiang penyangga, dan pengendalian hama serta penyakit tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Cabai Merah yang Benar agar Berbuah Banyak

Panen

Tanaman cabai umumnya bisa dipanen setelah berumur 70-120 hari setelah tanam. Cara panenya yaitu dengan memetik buah cabai yang sudah masak.

Kemudian, bersihkan sebelum dikonsumsi. Jika ingin disimpan, maka letakan dalam wadah yang bersih agar kualitasnya terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau