Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Daun Mint dari Biji dan Stek Batang

Kompas.com, 14 September 2022, 19:57 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Daun mint merupakan salah satu tanaman herbal yang aromanya segar. Secara umum, daun mint terbagi menjadi dua jenis yaitu spearmint dan pepperrmint. Keduanya cukup mudah dijumpai di pasar atau supermarket.

Namun, jika ingin menanamnya di rumah cara pun tidak sulit. Cara menanam daun mint bisa dari biji atau stek batang.

Menurut keterangan di buku Urban Farming Ala Indonesia Berkebun, berikut langkah menanam daun mint dari biji dan stek batang yang mudah dan praktis.

Baca juga: 7 Jenis Tanaman Mint yang Cocok untuk Pekarangan Rumah

Siapkan alat dan bahan

Sebelum mulai menanam, pastikan alat dan bahan yang diperlukan sudah tersedia. Beberapa bahan dan alat yang diperlukan, antara lain; benih mint, tanah, pupuk kandang atau kompos, pupuk organik cair, sekam bakar, pot atau polybag, dan sprayer.

Daun mintPIXABAY/CONGERDESIGN Daun mint

Menyiapkan media tanam

Setelah semua alat dan bahan tersedia, langkah berikutnya yaitu menyiapkan media tanam.

Dalam penanaman daun mint, media tanam yang digunakan yaitu campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan komposisi 1:1:1.

Seluruh bahan dicampur kemudian dimasukan ke dalam pot hingga tiga perempat bagian pot. Siram dengan pupuk organik cair kemudian diamkan 3-4 hari.

Baca juga: Trik Menanam dan Merawat Tanaman Mint

Cara menanam daun mint dari biji

Apabila menanam daun mint dari biji, maka biji tersebut harus direndam terlebih dahulu dalam air hangat selama satu jam. Setelah itu, sebarkan benih mint di atas media tanam dan tutup tipis dengan media tanam tersebut.

Ilustrasi daun mintPixabay/Couleur Ilustrasi daun mint

Siram dengan air kemudian tunggu sampai tanaman mint tumbuh. Apabila tanaman mint sudah rimbun, Anda bisa memindahkan ke pot yang lebih besar.

Cara menanam daun mint dari stek batang

Jika ingin menanam daun mint dari stek batang, maka potong batang mint dan tancapkan batang stek pada media tanam. Lakukan penyiraman dengan air secukupnya.

Setelah 1-2 minggu, batang mint akan mengering. Namun, jangan khawatir tetaplah menyiram tanaman karena 3 minggu setelahnya tunas mint yang baru akan bermunculan.

Baca juga: Cara Mudah Menanam Daun Mint, Bisa Usir Serangga Sampai Tikus

Saat daun min mulai rimbun, Anda bisa memindahkannya ke pot yang lebih besar atau memangkas bagian cabangnya untuk dijadikan sebagai stek batang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau