Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Strawberry di Pot, Praktis Tanpa Lahan Luas

Kompas.com - 23/09/2022, 18:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Lakukan pemupukan seminggu setelah tanam. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas pupuk urea sebanyak 2 sendok teh, pupuk TSP setengah sendok teh dan pupuk KCl setengah sendok teh per pot.

Baca juga: 6 Tips Menanam Stroberi di Daerah Panas

Ilustrasi buah stroberi, strawberry.UNSPLASH/SOROUSH KARIMI Ilustrasi buah stroberi, strawberry.

Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur satu hingga dua bulan setelah tanam dengan pupuk urea setengah sendok teh, pupuk TSP 1 sendok teh, dan pupuk KCl 1 sendok teh per pot.

Agar tanaman tetap terawat, lakukan pemangkasan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya, agar dapat merangsang pembuahan.

Agar tanaman strawberry terlihat sehat dan selalu berproduksi, lakukan penggantian pot bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai kepermukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.

Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yang sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

Baca juga: 3 Media Tanam yang Dapat Digunakan untuk Menanam Stroberi

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur dua bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah.

Periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama dua tahun.

4. Panen strawberry

Ciri-ciri strawberry siap panen dilihat dari kondisi buah sudah agak kenyal dan agak empuk, kulit buah didominasi warna merah 50 sampai 75 persen, warna merah, buah berumur dua minggu sejak pembungaan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau