Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Begini Cara Menanam Okra

Kompas.com, 24 Oktober 2022, 20:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Okra merupakan sayuran yang bentuknya panjang runcing menyerupai cabai hijau. Sayuran ini banyak tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Selain iklim yang sesuai, curah hujan sedang juga dibutuhkan agar tanaman okra tumbuh subur. Untungnya, cara menanam okra mudah dilakukan.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (24/10/2022), berikut cara menanam okra

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Binahong di Rumah

Persiapan benih

Ilustrasi sayur okra segar. PIXABAY/ Brett_Hondow Ilustrasi sayur okra segar.

Benih okra bisa diperoleh dari buah yang sudah tua atau membeli benih siap pakai di toko pertanian. Jika ingin menggunakan benih yang berasal dari buah, pilihlah buah okra yang sudah tua dan warnanya hitam. 

Pastikan juga tanaman yang akan diperbanyak termasuk varietas unggul yang produktivitas maksimal dan tumbuh sehat.

Baca juga: Tips Menanam Sayur di Rumah agar Bisa Panen Setiap Hari

Penyemaian

Media semai yang digunakan untuk menanam okra adalah campuran tanah gembur dan pupuk kandang.

Media semai dimasukan ke polybag, lalu masukan dua benih okra ke satu polybag, dan siram dua kali sehari. Saat tanaman tumbuh 15-20 sentimeter, bibit okra sudah bisa dipindahkan ke lahan.

Persiapan lahan

Lahan yang digunakan untuk menanam okra harus gembur dan bersih dari gulma maupun tanaman liar. Setelah itu, buat bedengan dengan lebar 90-100 cm, tinggi maksimal 30 cm, dan panjang menyesuaikan lahan. 

Usahakan lahan yang digunakan terkena sinar matahari langsung agar okra bisa tumbuh subur. 

Baca juga: Cara Menanam Kacang Panjang, Bisa Panen Setiap Minggu

 Pindah tanam

Pada bedengan yang sudah dibuat, buat lubang tanam dengan cara ditugal. Setelah itu, isi lubang tanam dengan bibit okra dan tutup kembali lubang tanam dengan tanah sembari dipadatkan agar bibit tidak rebah.

Perawatan tanaman

Perawatan harus dilakukan dengan optimal untuk membuat tanaman okra tumbuh baik. Kegiatan perawatan meliputi penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan, serta penyiangan.

Baca juga: Cara Menanam Kacang Panjang agar Tumbuh Subur

Panen

Tanaman okra biasanya dipanen ketika buahnya masih muda dan sudah berukuran lima sampai tujuh sentimeter. 

Pemanenan tidak boleh terlambat. Pasalnya, ketika ukuran buah sudah lebih besar atau umurnya sudah semakin tua, rasa okra menjadi pahit serta keras sehingga kurang banyak diminati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau