Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Begini Cara Menanam Buah agar Berbuah Lebat

Kompas.com, 21 November 2022, 14:17 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Buah naga merupakan tanaman buah yang masuk dalam keluarga kaktus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Di Indonesia buah ini cukup populer karena rasanya yang manis dan bentuknya yang unik.

Nilai ekonomis buah ini juga cukup tinggi, sehingga banyak yang tertarik menanam buah ini. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (21/11/2022), berikut cara menanam buah naga yang benar agar berbuah banyak.

Menyiapkan bibit

Bibit buah naga bisa didapatkan dengan cara stek batang buah naga. Bagian batang yang dipilih yaitu batang dari tanaman yang sehat dan pertumbuhannya baik.

Baca juga: Cara Stek Buah Naga yang Mudah Dilakukan

Batang yang sudah dipilih kemudian dipotong sepanjang 20 sampai 30 cm. Bagian bagian atas dipotong rata, sedangkan bagian bawah dipotong runcing.

Tanaman buah nagaPixabay/lequangutc89 Tanaman buah naga

Kemudian, biarkan stek batang sampai getahnya mengering. Untuk mengurangi risiko infeksi jamur, celupkan batang stek pada larutan fungisida.

Berikutnya, siapkan media semai di dalam polybag dan tancapkan batang stek pada media tersebut. Berikan naungan agar stek bisa tumbuh dengan baik. Lakukan juga penyiraman dan pemeliharaan lainnya agar bibit cepat tumbuh.

Persiapan lahan

Persiapan lahan budidaya terdiri atas pemasangan tiang rambatan, pengolahan lahan, dan pemberian pupuk dasar. Tiang panjatan dibuat dengan tinggi sekitar 2 sampai 2,5 m.

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga Stek agar Cepat Tumbuh

Tiang tersebut ditempatkan pada lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu, gemburkan lahan yang akan digunakan untuk menanam buah naga.

Tambahkan 10 kg pasir pada tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan juga pupuk kandang atau kompos sebanyak 10 sampai 20 kg.

Selain itu, tambahkan juga kapur pertanian atau dolomit sebanyak 300 gram karena buah naga membutuhkan banyak unsur kalsium. Tutup kembali lubang tanam tersebut dengan campuran media tanam yang sudah dibuat, lalu siram sampai tanahnya lembap.

Setelah 2 sampai 3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk dilakukan secara melingkar dan biarkan seharian.

Ilustrasi perkebunan buah nagaShutterstock/Huy Thoai Ilustrasi perkebunan buah naga

Penanaman bibit buah naga

Lubang tanam yang sudah diberi pupuk bisa mulai ditanami. Satu tiang panjang memerlukan 2 bibit buah naga.

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga di Pot agar Cepat Berbuah

Gali kembali lubang tanam kemudian letakkan bibit tanaman dan tutup kembali dengan tanah sembari dipadatkan. Empat bibit buah naga kemudian diikatkan pada tiang panjatan.

Pengikatan dilakukan setiap tanaman tumbuh sekitar 20 sampai 30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang agar batang tidak terluka dan pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Pemberian pupuk

Di awal pertumbuhan, tanaman buah naga memerlukan unsur hara nitrogen. Sementara itu, saat mulai berbunga dan berbuah, tanaman diberi pupuk fosfor dan kalium.

Sebaiknya, tidak terlalu banyak menggunakan pupuk Urea pada tanaman buah naga karena bisa menyebabkan busuk batang. Pemberian pupuk kandang atau kompos dilakukan setiap 3 bulan sekali sebanyak 5 sampai 10 kg per lubang tanam.

Baca juga: Bagaimana Cara Menanam Buah Naga yang Benar? Ini Penjelasannya

Pada masa berbunga dan berbuah, berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Di tahun berikutnya, dosisi pemupukan bisa ditingkatkan sesuai ukuran tanaman.

Berikan juga pupuk organik cair, pupuk hayati, atau hormon perangsang buah agar hasil panennya semakin maksimal.

Ilustrasi buah naga, buah naga di pohon. PIXABAY/JUEMI Ilustrasi buah naga, buah naga di pohon.

Pengairan

Selain pemupukan, perawatan tanaman lainnya yang diperlukan yaitu penyiraman. Kegiatan penyiraman dilakukan dengan mengaliri air pada saluran drainase.

Penyiraman dengan cara ini dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Sementara itu, jika penyiraman dengan menggunakan gembor, maka pemberian air sebanyak 4 sampai 4 liter per lubang tanam.

Di musim kemarau, penyiraman dilakukan 3 kali sehari. Penyiraman mulai dikurangi dan dihentikan saat tanaman mulai berbunga dan berbuah.

Baca juga: Panduan Menanam Buah Naga agar Cepat Berbuah

Pemangkasan

Agar tanaman tumbuh dengan baik, maka perlu dilakukan pemangkasan. Kegiatan ini berguna untuk menghilangkan bagian tanaman yang tidak berguna. Pemangkasan juga membuat percabangan tidak terlalu rimbun dan batang di bawah tajuk bisa terkena sinar matahari langsung.

Pemanenan

Dalam satu kali penanaman, tanaman buah naga bisa memiliki masa produktif selama 15 sampai 20 tahun. Tanaman buah naga mulai berbuah pada bulan ke-10 sampai 12 setelah tanam. Pemanenan pertama bisa dilakukan 1,5 sampai 2 tahun setelah tanam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau