Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kelapa yang Benar agar Cepat Berbuah

Kompas.com, 22 November 2022, 10:00 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelapa merupakan komoditas perkebunan yang prospektif. Untuk menghasilkan buah kelapa yang berkualitas, maka teknik budidaya yang dilakukan harus benar.

Selain itu, kesesuaian kondisi lingkungan dengan syarat tumbuh juga mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman ini. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (22/11/2022), berikut penjelasan selengkapnya.

Pembibitan kelapa

Pembibitan dilakukan di kebun kelapa dengan topografi datar, drainase baik, sumber air dekat, dan dekat dengan lokasi penanaman. Benih kelapa yang sudah dipilih disayat selebar 5 cm pada bagian tonjolan sabut sebelah tangkai yang berhadapan sisi terlebar.

Baca juga: 5 Tahapan Pembibitan Kelapa untuk Menghasilkan Bibit Berkualitas

Penyayatan dilakukan searah. Setelah itu, berikan insektisida dan fungisida untuk mencegah serangan hama dan patogen.

Ilustrasi tanaman kelapa Pixabay/kaigraphick Ilustrasi tanaman kelapa

Benih kelapa kemudian ditanam dalam tanah dengan bagian yang disayat menghadap ke atas dan mikrofil menghadap ke timur. Pembibitan sebaiknya dilakukan dengan posisi segitiga bersinggungan.

Menyiapkan lahan budidaya

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya kelapa harus dibersihkan terlebih dahulu. Gulma yang tumbuh di lahan tersebut dibersihkan dengan menyemprotkan herbisida.

Setelah itu, buat lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak antar lubang 9 x 9 x 9 m. Tanah galian bagian atas diambil dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 300 g. Kemudian, tanah dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam.

Baca juga: Pedoman Menanam Kelapa Genjah yang Benar

Penanaman

Cara menanam kelapa yaitu dengan meletakkan bibit kelapa pada lubang tanam yang sudah dibuat. Penanaman dilakukan dengan arah yang sama agar distribusi cahaya matahari merata.

Bibit yang sudah ditanam kemudian ditimbun dengan sisa tanah galian. Lalu, padatkan dengan ketebalan 3 sampai 5 cm di atas sabut kelapa.

Perawatan tanaman

Perawatan tanaman dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kegiatan perawatan yang diperlukan yaitu pemupukan dan pengendalian hama serta penyakit.

Ilustrasi tanaman kelapa, pohon kelapa, buah kelapa. PIXABAY/SUANPA Ilustrasi tanaman kelapa, pohon kelapa, buah kelapa.

Pemupukan dilakukan dua kali yakni pemupukan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan pemupukan tanaman menghasilkan (TM). Pemupukan TBM dilakukan saat tanaman berumur 1 bulan dengan jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk nitrogen sebanyak 100 g/pohon.

Baca juga: Cara Budidaya Kelapa agar Hasilnya Menguntungkan

Pemupukan ini dilakukan 2 kali setahun di awal dan akhir musim hujan. Sementara itu, pemupukan TM dilakukan mulai tahun ke-5 dengan interval pemupukan 2 tahun sekali.

Jenis pupuk yang diberikan yaitu Urea 500 g, KCl 600 g, dan Kieserit 200 g. Selain pemupukan, lakukan juga pengendalian hama dan penyakit agar tanaman tumbuh sehat.

Pemanenan

Tanaman kelapa umumnya mulai berbuah saat berumur 12 bulan. pemanenan bisa dilakukan sebulan sekali.

Baca juga: Cara Budidaya Kelapa Hibrida, Bisa Ditanam di Lahan Gambut

Pemanenan dilakukan dengan membiarkan buah kelapa jatuh dengan sendirinya atau dengan memanjat dan mengambil buah kelapa yang siap panen.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Varietas Tanaman
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Berita
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua 'Disulap' Berbuah Lebat
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua "Disulap" Berbuah Lebat
Varietas Tanaman
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Berita
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Berita
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Varietas Tanaman
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Berita
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Berita
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Varietas Tanaman
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Varietas Tanaman
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Varietas Tanaman
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Berita
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Berita
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau