Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Varietas Kacang Tanah yang Mempunyai Sifat Unggul

Kompas.com, 18 Januari 2023, 12:38 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kacang tanah merupakan tanaman kacang-kacangan yang banyak dibudidayakan. Umumnya, ada dua jenis kacang tanah yang tumbuh di Indonesia yaitu jenis kacang tanah tipe tegak dan menjalar.

Selain itu, varietas kacang tanah yang dibudidayakan di Indonesia juga sangat beragam. Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (18/1/2023), berikut ini beberapa varietas kacang tanah unggul yang banyak tumbuh di Indonesia.

1. Varietas jerapah

Varietas jerapah adalah varietas kacang tanah yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi. Varietas ini tahan terhadap lahan kering dan masam.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Kacang Tanah yang Benar

Produktivitas rata-rata kacang ini mencapai 1,92 ton/ha. Bentuk polong varietas jerapah lonjong bulat dengan ukuran biji sedang (40 sampai 50 g/100 biji).

Kacang tanah jerapah diketahui tahan terhadap penyakit layu bakteri, toleran terhadap bercak daun, dan karat daun. Tanaman ini bisa dipanen saat berumur 90 hingga 95 hari.

Kacang tanahPixabay/forestmu Kacang tanah

2. Varietas anoa

Jenis kacang tanah lainnya yaitu kacang tanah varietas anoa. Jenis kacang tanah ini diketahui memiliki sifat unggul, seperti; tahan terhadap penyakit layu, penyakit karat, daun dan penyakit bercak coklat daun.

Produktivitas tanaman ini juga cukup tinggi yaitu sekitar 1,8 ton/ha. Sementara itu, umum panen tanaman ini sekitar 100 hingga 110 hari.

Baca juga: Pedoman Budidaya Kacang Tanah yang Mudah Dilakukan

3. Varietas tapis

Varietas kacang tanah lainnya yaitu varietas tapir. Jenis kacang tanah ini diketahui tahan layu dan mempunyai nilai produktivitas 1,8 sampai 2 ton/ha. Tanaman kacang tanah ini bisa dipanen saat berumur 95 hingga 100 hari.

4. Varietas kacang garuda dua

Varietas kacang tanah ini diketahui tidak mudah layu dan potensi hasilnya mencapai 2,3 ton/ha dengan umur panen sekitar 85 sampai 90 hari.

5. Varietas kacang garuda tiga

Kacang tanah garuda tiga sebenarnya memiliki sifat unggul yang hampir sama dengan varietas kacang garuda dua. Kacang garuda tiga juga toleran terhadap layu dan memiliki umur panen sekitar 85 hingga 90 hari.

Hanya saja, potensi hasil varietas ini lebih kecil dibandingkan varietas kacang garuda dua. Varietas kacang garuda tiga memiliki potensi hasil sekitar 2,25 ton/ha.

Baca juga: Simak, Cara Tanam Kacang Hijau yang Benar

6. Varietas gajah

Jenis kacang tanah lainnya yang memiliki sifat unggul yaitu varietas gajah. Varietas ini juga toleran layu dengan potensi hasil antara 1,2 sampai 1,8 ton/ha. Umur panen varietas ini sekitar 100 sampai 110 hari.

Ilustrasi kacang tanahPixabay/Jing Ilustrasi kacang tanah

7. Varietas bison

Varietas bison adalah varietas kacang tanah yang tahan terhadap penyakit karat, agak tahan terhadap penyakit bercak daun dan A. flavus, serta toleran terhadap naungan.

Kacang tanah jenis ini bisa ditanam di lahan kering dengan hasil panen sekitar 2 ton/ha. Umur panen kacang tanah ini sekitar 90 sampai 95 hari.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Kacang Merah yang Benar

8. Varietas domba

Varietas unggul lainnya yaitu kacang tanah domba. Jenis kacang tanah ini memiliki sifat unggul seperti; agak tahan terhadap penyakit karat, bercak daun, A. flavus, dan toleran klorosis.

Hasil panen kacang tanah domba yang ditanam di lahan kering sekitar 2,1 ton/ha. Kacang tanah ini bisa dipanen saat berumur 90 sampai 95 hari.

9. Varietas tuban

Varietas kacang tanah lokal lainnya yaitu varietas tuban. Kacang tanah ini agak toleran kekeringan, tahan terhadap penyakit layu, akan tetapi agak peka terhadap penyakit daun. Hasil panen tanaman ini sekitar 2 ton/ha dan bisa dipanen saat berumur 90 sampai 95 hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau