Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Memilih Benih yang Bagus dan Cara Menyemainya

Kompas.com, 25 Januari 2023, 12:38 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan benih yang bagus sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, kualitas benih akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Terdapat beberapa hal yang penting untuk diperhatikan sebelum membeli benih. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (25/1/2023), berikut tips memilih benih yang bagus.

Cara memilih benih yang bagus

1. Pertimbangkan daya kecambah benih

Salah satu syarat benih yang bagus yaitu daya kecambahnya minimal 80 persen. Dengan Artinya, saat benih ditanam, peluang benih yang tumbuh mencapai 80 persen.

Baca juga: Simak, Cara Memilih Benih Buah dan Sayur yang Bagus

2. Pilih benih bebas hama dan penyakit

Ilustrasi benih kemangi.Shutterstock/Volosina Ilustrasi benih kemangi.

Cara memilih benih yang bagus berikutnya yaitu memilih benih yang tidak terserang hama maupun penyakit. Benih yang sehat akan membuat tanaman tumbuh dengan baik dan produktivitasnya optimal.

3. Tanam benih yang tidak tercemar

Tips memilih benih yang bagus lainnya yaitu pastikan benih yang ditanam tidak tercemar bahan kimia. Pasalnya, benih yang tercemar secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas hasil panennya. Jadi, saat hasil panen dikonsumsi manusia, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia.

Cara menyemai benih yang benar

Benih tanaman sebenarnya bisa langsung ditanam di bedengan tanam. Akan tetapi, untuk beberapa jenis tanaman, biasanya benih perlu disemai terlebih dahulu.

Baca juga: Catat, Ini Kriteria Benih Tanaman Sayuran yang Bermutu

Persemaian berguna untuk menumbuhkan benih terlebih dahulu sampai menjadi bibit atau tanaman muda. Pembibitan akan membuat tanaman muda lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Cara semai benih sebenarnya cukup mudah. Benih bisa disemai dalam polybag kecil atau tray semai yang berisi media semai. Sebaiknya, gunakan media semai yang subur dan kaya unsur hara.

Benih yang disemai akan tumbuh menjadi bibit setelah berumur 7 hingga 10 hari setelah semai. Setelah itu, bibit akan dipindahkan ke pot yang lebih besar atau bedengan tanam.

Baca juga: Simak, Ini Cara Seleksi Benih Padi sebelum Menyemai

Itulah beberapa tips memilih benih yang akan ditanam. Selain memperhatikan tiga hal yang sudah disebutkan, sebaiknya pilihlah benih yang bersertifikat dan berasal dari varietas unggul. Dengan demikian, tanaman akan tumbuh dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau