Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Daun yang Bermanfaat sebagai Obat Tradisional, Apa Saja?

Kompas.com - 30/01/2023, 17:23 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Untuk mengatasi rematik dan pegal linu Anda gunakan 5 lembar daun pandan wangi segar dan batang sereh secukupnya yang dicuci terlebih dahulu, lalu ditumbuk halus. Kemudian tambahkan minyak kayu putih dan minyak gandapura secukupnya.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Cair dari Daun Kelor

Semua bahan tersebut kemudian diaduk rata, lalu oleskan atau gosok ke bagian tubuh yang sakit. Sementara untuk mengatasi hipertensi, Anda bisa menggunakan daun pandan wangi yang sudah dicuci bersih lalu potong kecil-kecil.

Setelah itu rebus potongan daun pandan dengan 400 ml air sampai airnya tersisa 200 ml. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Ilustrasi daun kelor. SHUTTERSTOCK/HERE ASIA Ilustrasi daun kelor.

7. Daun kelor

Anda pasti sering mendengar pernyataan, dunis tak selebar daun kelor. Ukuran daun kelor memang tidak lebar bahkan sangat kecil, tetapi khasiatnya sangat besar.

Tanaman kelor dikenal lengkap mengandung senyawa yang berkhasiat. Semua kandungan senyawa yang ada pada tanaman kelor bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, khususnya untuk menyembuhkan penyakit.

Baca juga: Simak, Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Adapun daun kelor sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu. Rasa dari tanaman kelor ini agak pahit, bersifat netral, dan tidak beracun.

Di dalam daunnya terkandung zat kimia sebagai pelindung dari penyakit antimikroba, antibakteri, antiinflamasi, infeksi, virus Ebstein Barr, virus herpes simplek, HIV/AIDS, cacingan, bronktis, kanker prostat, kanker kulit, anemia, diabetes, tiroid, gangguan saraf, kolik di saluran pencernaan, rematik, sakit kepala, antioksidan, sumber nutrisi (protein dan mineral), dan tonik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau