Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Stevia, Tanaman Pemanis Pengganti Gula

Kompas.com, 25 Februari 2023, 13:50 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

Pembibitan

Pembibitan stevia yang paling sering dilakukan yaitu dengan cara stek vegetatif. Pembibitan dengan cara ini dinilai lebih cepat dan bisa menghasilkan bibit dalam jumlah banyak.

Cara pembibitan stevia dengan stek juga cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buat naungan dari plastik tembus cahaya untuk menutup indukan stevia, sehingga suhu udara dan kelembapan di tempat tersebut meningkat.
  • Pertumbuhan akar dan tunas akan berkembang pesat pada suhu dan kelembapan yang sesuai.
  • Setelah 3 sampai 4 minggu batang tanaman bisa di transplanting ke bedengan tanam dengan cara memotong batang tunas yang baru muncul bersama dengan akarnya.

Ilustrasi tanaman stevia, daun stevia.SHUTTERSTOCK/BOWONPAT SAKAEW Ilustrasi tanaman stevia, daun stevia.

Penanaman bibit

Cara menanam stevia diawali dengan membuat lubang tanam dengan jarak 30 cm. Setelah itu, pada lubang tanam sebaiknya dikocor insektisida dan fungisida.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Daun Kemangi di Halaman Rumah

Siram bibit yang hendak ditanam kemudian tanam bibit tersebut pada lubang tanam. Tutup lubang tanam dengan tanah.

Perawatan tanaman

Bibit stevia yang telah selesai ditanam perlu dirawat dengan baik agar pertumbuhannya maksimal. Kegiatan pemeliharaan stevia, antara lain;

  • Penyiraman: dilakukan dengan rutin terutama saat musim kemarau. Namun, saat musim hujan penyiraman tidak perlu dilakukan.
  • Pemupukan: bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk NPK 15-15-15. Sekitar 1 gelas NPK dicairkan dalam 40 liter air kemudian dikocorkan ke tanaman stevia 7 hingga 10 hari sekali.
  • Mengatasi hama dan penyakit: kegiatan pengendalian hama maupun penyakit bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu tanaman.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Kemangi dari Biji

Panen

Kegiatan pemanenan daun stevia bisa dilakukan setelah tanaman berumur 40 sampai 60 hari setelah tanam. Cara panennya dengan memetik daun tanaman tersebut. Interval pemanenan berikutnya dapat dilakukan 30 hingga 40 hari sekali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau