Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pestisida untuk Cabai Menggunakan Bahan Alami

Kompas.com, 4 Maret 2023, 11:29 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi salah satu masalah dalam budidaya cabai. Maka dari itu, OPT harus dikendalikan sedini mungkin agar tidak menyebabkan kerugian yang besar.

Hama dan penyakit tanaman cabai ternyata bisa dikendalikan menggunakan bahan alami. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (4/3/2023), berikut ini cara membuat pestisida untuk cabai dari bahan alami.

Pestisida dari brotowali

Bahan alami pertama yang dapat digunakan untuk membuat pestisida yaitu brotowali. Berikut ini cara membuat pestisida nabati dari brotowali.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Brotowali

  • Siapkan daun brotowali sekitar 1 kg, kapur sebanyak 10 sendok makan, kunyit sekitar 1 kg, dan air bersih 30 liter.
  • Haluskan daun brotowali, kunyit, dan kapur.
  • Kemudian tambahkan air dan saring untuk memisahkan larutan dengan ampasnya.
  • Setelah itu, semprotkan ke tanaman cabai yang terserang hama.

Ilustrasi tanaman tembakau, daun tembakau.PIXABAY/WIKIMEDIAIMAGES Ilustrasi tanaman tembakau, daun tembakau.

Pestisida dari daun tembakau

Selain brotowali, daun tembakau juga bisa digunakan untuk membuat pestisida. Berikut ini cara membuat pestisida untuk cabai dari daun tembakau.

  • Siapkan daun tembakau 0,25 kg, belerang 3 ons, abu dapur 2 kg, dan air secukupnya.
  • Kemudian rendam bahan dalam air selama 5 hari.
  • Setelah itu, saring air hasil rendaman sudah bisa digunakan untuk membasmi hama pada tanaman cabai.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Tembakau dengan Mudah

Pestisida dari daun sirsak

Bahan alami lainnya yang dapat digunakan untuk membasmi hama maupun penyakit cabai yaitu menggunakan daun sirsak. Berikut cara membuat pestisida dari daun sirsak.

  • Siapkan 100 lembar daun sirsak, 1 sendok makan deterjen, dan air sekitar 5 liter.
  • Tumbuk daun sirsak sampai halus, lalu tambahkan 5 liter air. Kemudian peras dan saring.
  • Campurkan deterjen dalam air perasan tersebut, lalu aduk sampai rata.
  • Diamkan selama 1 malam dan encerkan larutan tersebut menggunakan air dengan perbandingan 1:10.
  • Semprotkan pestisida secara merata.

Pestisida dari daun pepaya

Daun pepaya juga bisa dimanfaatkan untuk bahan pestisida alami. Berikut ini cara membuat pestisida untuk cabai dari daun pepaya.

Baca juga: Pestisida dari Daun Pepaya: Keunggulan, Kelemahan, dan Cara Membuatnya

  • Siapkan daun pepaya sekitar 1 kg dan 10 liter.
  • Kemudian haluskan daun pepaya dan tambahkan 10 liter, lalu rendam selama 24 jam.
  • Setelah itu, saring larutan dan semprotkan ke tanaman yang terserang kutu daun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau