Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Kendala Menanam Kentang di Dataran Rendah dan Solusinya

Kompas.com, 10 Mei 2023, 18:09 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kentang merupakan salah satu sayuran yang tumbuh di dataran tinggi. Tanaman biasanya ditanam di ketinggian 1000 sampai 3000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Meskipun demikian, lahan dataran rendah juga tetap berpotensi untuk ditanami kentang. Lahan dataran rendah yang ideal untuk menanam kentang yaitu lahan di ketinggian 700 mdpl.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa menanam kentang di dataran rendah memiliki beberapa kendala. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (10/5/2023), berikut ini beberapa kendala menanam kentang di dataran rendah.

Baca juga: Cara Menyiram Tanaman Kentang yang Benar agar Produksi Optimal

1. Suhu udara

Di daerah tropis seperti Indonesia. suhu udara di siang maupun malam hari tetap tinggi. Kondisi tersebut ternyata bisa menghambat pembentukan umbi.

Ilustrasi jenis kentangSHUTTERSTOCK Ilustrasi jenis kentang

Untuk mengatasi masalah tersebut, bisa dilakukan dengan memasang mulsa jerami. Penggunaan jerami bisa membuat suhu tanah dan udara di sekitar batang tanaman tetap rendah.

Tak hanya itu, pemulsaan juga bisa meningkatkan kelembapan. Kondisi ini dapat membuat tanaman kentang tumbuh dengan baik dan pembentukan umbi menjadi lebih maksimal.

2. Serangan layu bakteri

Tanaman kentang yang dibudidayakan di dataran rendah memiliki risiko terserang layu bakteri lebih tinggi dibandingkan kentang di dataran tinggi. Sebagai solusi, Anda perlu mengatur saluran drainase agar berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, pastikan juga menggunakan pupuk kandang yang sudah terfermentasi sempurna.

Baca juga: Cara Menanam Kentang di Daerah Panas

3. Mudah terendam air

Saat musim hujan, tanaman kentang yang ditanam di dataran rendah berisiko terendam air. Terlebih jika sistem drainase tidak berfungsi dengan baik.

Maka dari itu, untuk menghindari genangan pada penanaman kentang, atur saluran drainase agar bisa berfungsi dengan baik. Selain itu, budidaya kentang di dataran rendah sebaiknya dilakukan saat musim kemarau namun tetap mendapatkan air yang cukup atau ditanam di akhir musim hujan ketika air masih tersedia.

Itulah beberapa kendala menanam kentang di dataran rendah yang perlu diketahui. Dengan memahami kendala tersebut, maka kita bisa mencari solusi yang tepat agar produktivitas tanaman kentang di dataran rendah tetap maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau