Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri-ciri Pisang Cavendish yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 15/11/2022, 10:31 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pisang cavendish merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak dibudidayakan. Buah pisang ini berbeda dengan jenis pisang lainnya.

Perbedaan tersebut bisa dilihat dari ciri fisik maupun fase pertumbuhan tanaman ini. Dikutip dari buku Budidaya Pisang Cavendish Berpeluang Menjanjikan, Selasa (15/11/2022), berikut ini ciri-ciri pisang cavendish yang perlu diketahui.

Baca juga: Cara Memperoleh Bibit Pisang Cavendish

Warna kulit pohon pisang cavendish

Bibit pisang cavendish memiliki kulit pohon yang berwarna hijau sedikit gelap. Tak hanya itu, kulit pohon juga memiliki corak hitam kemerahan.

Ilustrasi pohon pisang Cavendish, menanam pisang Cavendish. SHUTTERSTOCK/PP1 Ilustrasi pohon pisang Cavendish, menanam pisang Cavendish.

Daun pisang cavendish

Daun yang tumbuh pada bibit pisang cavendish memiliki jarak yang berdekatan. Bentuk daun ini lebar dan tidak terlalu panjang.

Pada bagian daun terdapat bercak berwarna merah gelap ketika masih kecil. Setelah daun mulai besar, bercak tersebut mulai menghilang. Sementara itu, pada bagian belahan tangkai daunnya terdapat corak berwarna merah muda.

Baca juga: Cara Menanam Pisang Cavendish untuk Panen yang Maksimal

Ukuran buah

Tanaman pisang cavendish umumnya sudah berbuah kurang lebih 1 tahun. Ketika dipanen, ukuran buah pisang cavendish lebih kecil dibandingkan pisang ambon.

Kulit buah

Kulit buah pisang cavendish saat sudah matang berwarna kuning bersinar. Selain itu, serat buah ini juga lembut sehingga rasanya enak.

Jumlah anakan

Sama halnya dengan pohon pisang pada umumnya, tanaman pisang cavendish juga memiliki anakan. Pada satu pohon pisang cavendish terdapat 6 anakan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau