Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Merawat Daun Sirih dengan Benar agar Pertumbuhannya Bagus

Kompas.com - 06/03/2023, 11:53 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA,KOMPAS.com - Sirih merupakan tanaman perdu yang banyak ditanam di kebun atau halaman rumah. Sirih menjadi salah satu tanaman obat yang banyak manfaat untuk kesehatan.

Budidaya sirih sebenarnya sangat mudah. Akan tetapi agar tanaman tumbuh dengan baik, maka perlu perawatan dengan tepat.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (6/3/2023), berikut ini cara merawat daun sirih dengan mudah.

Baca juga: Cara Menanam Daun Sirih dan Perawatannya agar Tumbuh Subur

Pemupukan

Kegiatan perawatan tanaman sirih yang pertama yaitu pemupukan. Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk kandang sebagai pupuk dasar.

Ilustrasi tanaman daun sirih. SHUTTERSTOCK/POETRA.RH Ilustrasi tanaman daun sirih.

Selain itu, berikan juga pupuk kimia seperti Urea dengan dosis 50 kg/ha saat penanaman dan 50 kg/ha setelah tanaman sirih berumur 4 bulan. Jenis pupuk kimia lainnya yaitu pupuk TSP yang diberikan saat tanam dengan dosis 150 kg/ha dan pupuk KCl yang diberikan ketika penanaman sebanyak 200 kg/ha.

Penyiangan

Selain pemupukan, lakukan juga penyiangan. Tujuannya untuk membersihkan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman sirih. Penyiangan biasanya dilakukan 1,5 sampai 2 bulan.

Baca juga: Cara Menanam Sirih Merah di Rumah dengan Mudah

Pengendalian hama dan penyakit

Selain mengendalikan gulma, kegiatan perawatan tanaman sirih lainnya yaitu mengendalikan hama dan penyakit. Kegiatan pengendalian hama maupun penyakit bisa dilakukan dengan cara mekanis atau biologi.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sirih relatif mudah karena tanaman ini jarang terserang hama maupun penyakit.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau