Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Melon Kuning agar Berbuah Banyak dan Menguntungkan

Kompas.com, 5 September 2022, 16:17 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Golden melon atau lebih dikenal melon kuning merupakan varietas melon yang banyak dibudidayakan.

Varietas ini memiliki beberapa keunggulan seperti nilai ekonomis tinggi, bobotnya besar, rasanya lebih manis, tahan panas, dan tahan virus.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Menanam Melon dalam Pot agar Buahnya Besar

Meski begitu, cara menanam melon yang baik tetap harus diterapkan untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitas.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (5/9/2022), berikut langkah-langkah menanam melon kuning yang perlu diperhatikan.

Syarat tumbuh

Ilustrasi melon kuning. Dok. Shutterstock/jiangdi Ilustrasi melon kuning.

Sebelum mulai menanam, pastikan semua syarat tumbuh tanaman buah melon telah terpenuhi. Beberapa syarat tumbuh tanaman melon, antara lain;

  • Menghindari lahan yang berangin karena bisa menyebabkan batang dan tangkai buah patah.
  • Lahan harus mendapatkan penyinaran matahari penuh.
  • Suhu udara sekitar 24-30 derajat Celsius.
  • Lingkungan tidak sering hujan deras karena bisa menyebabkan buah mudah rontok.
  • Tempat tumbuh memiliki ketinggian 350-950 meter di atas permukaan laut.
  • Tanah yang digunakan liat dengan kandungan pasir dan kaya unsur hara.
  • pH tanah netral antara 5-7.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Menanam Melon agar Buahnya Besar

Pembibitan

Benih melon yang baik yaitu benih dari varietas unggul dan sudah bersertifikat. Benih tersebut kemudian direndam selama kurang lebih 3 jam untuk mempercepat perkecambahan.

Setelah itu, masukan benih ke dalam polybag berisi pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:4. Tutup benih dengan campuran tanah dan abu sekam.

Siram secara rutin dan tunggu sampai bibit tanaman tumbuh. Biasanya, pembibitan memerlukan waktu 12 hari atau sampai bibit memiliki tiga sampai lima helai daun. 

Baca juga: Cara Budidaya Tanaman Semangka agar Panennya Melimpah

Siapkan lahan tanam

Buah melon kuningPixabay/Hans Buah melon kuning

Sembari menunggu bibit tumbuh, Anda bisa mulai menyiapkan lahan tanam. Lahan yang akan digunakan harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian digemburkan.

Setelah itu, taburkan kapur dolomit agar tanah tidak terlalu asam, kemudian biarkan lahan terbuka selama seminggu.

Selanutnya, buat bedengan dan parit untuk menjaga drainase. Pasang mulsa di atas bedengan dan buat lubang tanam.

Baca juga: Cara Menanam Semangka yang Benar, dari Pratanam sampai Panen

Penanaman

Selanjutnya, cara menanam melon kuning adalah meletakan bibit pada lubang tanam. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan media tanam dan padatkan agar bibit berdiri kokoh.

Pemeliharaan tanaman

Jenis pemeliharaan yang perlu dilakukan pada budi daya melon, antara lain mengganti tanaman yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tidak baik, membersihkan gulma, pemupukan, serta pengendalian hama dan patogen tanaman. 

Baca juga: 5 Daur Hidup Tanaman Semangka, dari Biji sampai Buah

 

Panen

Tanaman golden melon yang bisa dipanen biasanya memiliki buah berukuran besar dan warna kulitnya sudah kekuningan. Biasanya, melon sudah bisa dipanen saat berumur 120 hari setelah tanam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau