Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Berkebun Bawang Putih agar Hasilnya Menguntungkan

Kompas.com - 10/09/2022, 13:08 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

Ilustrasi memberi pupuk NPK ke tanaman.SHUTTERSTOCK/VITALII STOCK Ilustrasi memberi pupuk NPK ke tanaman.

Pemupukan

Pemupukan diperlukan untuk menambah unsur hara dalam tanah dan memperabiki kesuburan tanah. Jenis pupuk yang dapat diberikan yaitu pupuk Urea dan NPK. Cara pemupukannya bisa dengan membenamkan dalam larikan.

Pengairan

Di awal pertumbuhan, bawang putih membutuhkan air yang cukup. Pemberian air sebaiknya dilakukan 2-3 hari sekali.

Sedangkan saat pembentukan tunas, penyiraman bisa dilakukan 7-15 hari sekali. pengairan dihentikan saat pembentukan umbi atau 10 hari sebelum panen. Pengairan bisa dilakukan dengan penyiraman atau penggenangan.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Bawang Putih di Botol Bekas

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan agar kualitas dan kuantitas bawang putih terjaga. Pengendalian bisa disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang.

Pengendalian dengan pestisida kimia diperbolehkan hanya saja aplikasinya harus tepat dosis dan tepat jenis.

Panen dan pasca panen

Panen bawang dilakukan dengan cara mencabut tanaman bawang putih hingga umbinya terangkat. Pemanenan dilakukan saat tanaman berumur 90-120 hari setelah tanam.

Setelah bawang putih dipanen, lakukan tindakan pasca panen seperti pengeringan, pembersihkan, sortasi, grading, penyimpanan, hingga pengemasan. Tujuannya agar kualitas bawang putih tidak menurun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau