Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Ciri-ciri Tanaman Padi yang Perlu Diketahui

Kompas.com, 19 September 2022, 12:29 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, padi merupakan komoditas tanaman pangan yang paling utama. Setiap harinya masyarakat Indonesia memerlukan beras yang dihasilkan dari tanaman ini.

Tak heran jika kita dengan mudah menjumpai tanaman ini. Tanaman padi cukup mudah dikenali dari ciri-cirinya. Dikutip dari Cybex Kementerian Pertanian, Senin (19/9/2022), berikut ciri ciri tanaman padi dari akar, batang, daun, bunga, hingga buah.

Baca juga: Ketahui, Ini Karakteristik Tanaman Padi, dari Akar sampai Buah

1. Akar

Akar merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk membantu tanaman menyerap air dan nutrisi dari tanah sebelum diedarkan ke bagian tubuh lainnya. Akar tanaman padi terbagi menjadi empat jenis, yaitu akar radikula, serabut, rambut, dan tajuk.

Akar radikula adalah akar yang tumbuh saat masa kecambah. Benih padi yang disemai akan memunculkan calon akar dan batang.

Ilustrasi tanaman padi. FREEPIK/4045 Ilustrasi tanaman padi.

Calon akar nantinya akan tumbuh ke bawah dan membentuk akar tunggang. Sedangkan calon batang akan tumbuh ke atas menjadi batang dan daun.

Jenis akar yang kedua yaitu akar serabut. Akar ini biasanya tumbuh 5-6 hari setelah akar tunggang tumbuh. Sementara itu, akar rambut merupakan akar yang keluar dari akar tunggang dan serabut.

Terakhir, ada akar tajuk yang merupakan akar dari ruas batang padi paling bawah.

Baca juga: 7 Varietas Tanaman Padi Unggulan di Indonesia

2. Batang tanaman padi

Tanaman padi memiliki batang yang beruas-ruas. Batang tanaman padi tidak terlalu tinggi, umumnya tumbuh sekitar 107 sampai 115 cm.

Ruas batang padi berwujud bubung kosong yang setiap ujungnya ditutup oleh buku. Panjang setiap ruas tidak sama.

Ruas paling pendek ada di pangkal batang. Sementara itu, ruas kedua dan seterusnya lebih panjang dari ruas sebelumnya.

3. Daun tanaman padi

Karakteristik tanaman padi juga bisa dilihat dari daunnya. Tanaman ini mempunyai daun bersisik dan memanjang.

Daun tanaman padi berwarna hijau dengan posisi tegak. Daun terbagi menjadi beberapa bagian yaitu helai daun, pelepah, dan lidah daun.

Baca juga: Tips Memperbanyak Anakan Padi agar Produksi Meningkat

Ilustrasi tanaman padi.UNSPLASH/ANDHIKA Y. WIGUNA Ilustrasi tanaman padi.

4. Bunga

Tanaman padi memiliki bunga telanjang, yang artinya bunga ini mempunyai perhiasan bunga. Bunga pada tanaman ini memiliki dua jelamin dengan bakal buahnya ada di bagian atas.

Ciri bunga tanaman padi yaitu memiliki enam buah benang sari, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari berukuran besar, dan mempunyai dua kandung serbuk. Sementara itu, putik bunganya ada dua tangkai dan buah kepala putik berbentuk malai berwarna ungu atau putih.

Bunga tanaman padi muncul dari buku paling atas yang kemudian disebut sebagai malai. Sumbu utama malai tersebut ada di buku terakhir serta bulir padi terdapat di cabang pertama dan kedua.

Baca juga: 4 Bunga Ini Bisa Mengusir Hama Tanaman Padi, Apa Saja?

5. Buah atau biji

Ciri ciri tanaman padi juga bisa dilihat dari buah atau biji. Buah tanaman padi dikenal dengan sebutan gabah atau bulir.

Buah tertutup lemma dan pelea. Saat padi dewasa, pelea dan lemma akan membuka kemudian membentuk dutu. Buah inilah yang nantinya akan dipanen dan dikonsumsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau