Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri-ciri Padi Terserang Hama Penggerek Batang dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 02/10/2022, 18:52 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu hama penting yang menyerang tanaman padi adalah penggerek batang padi. Hama ini menyerang tanaman padi dari persemaian hingga tanaman memasuki fase matang.

Hama tanaman padi ini masuk melalui batang padi. Dilansir dari situs Litbang Pertanian Indonesia, Minggu (2/10/2022), berikut ciri ciri padi terserang penggerek batang dan cara mengendalikannya.

Baca juga: Mengenal Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Mengendalikannya

Ciri-ciri padi terserang hama penggerek padi

Ilustrasi hama penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas). SHUTTERSTOCK/MR. MIXERS STOCK Ilustrasi hama penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas).

Saat tanaman padi memasuki fase vegetatif, larva penggerek batang akan memotong bagian tengah anakan. Hal tersebut membuat aliran hara ke bagian atas tanaman terganggu sehingga pucuk tanaman layu dan lama-kelamaan mati.

Gejala serangan saat fase vegetatif dikenal dengan nama sundep. Serangan ini sebenarnya tidak mengurangi hasil secara signifikan karena tanaman padi masih bisa menghasilkan anakan baru. Akan tetapi, anakan padi lebih kecil dan malainya juga kecil.

Pada fase generatif, larva penggerek padi akan menggerek malai padi. Hal tersebut menyebabkan nutrisi tidak sampai ke dalam bulir.

Ciri-ciri padi yang terserang hama penggerek pada fase ini akan membuat jumlah malai berkurang. Gejala serangan pada fase generatif dikenal dengan sebutan beluk.

Baca juga: Cara Mengendalian Hama Penggerek Batang Jagung yang Efektif

Cara mengendalikan hama penggerek batang padi

Hama penggerek padi bisa dikendalikan dengan cara biologi, mekanik, kultur teknis, dan kimiawi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Pengendalian secara biologi

Pengendalian penggerek batang padi secara biologi dengan memanfaatkan musuh alami baik dari kelompok parasitoid maupun predator.

Pengendalian cara ini berguna menekan populasi penggerek batang di alam sehingga tidak merusak tanaman padi. 

Baca juga: 4 Cara Mengusir Burung pada Tanaman Padi

  • Pengendalian secara mekanik

Ilustrasi tanaman padi. PIXABAY/ZCF428526 Ilustrasi tanaman padi.

Pengendalian secara mekanik dilakukan dengan cara mengambil telur penggerek batang secara intensif. Biasanya, cara ini dilakukan saat padi masih di persemaian.

Cara lainnya, memotong batang padi yang dekat dengan tunggul saat panen. Langkah ini dipilih karena saat panen hama penggerek padi masih ada dalam batang dan belum sampai ke tunggul. Langkah ini berguna memutus rantai perkembangbiakan hama tersebut.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Padi yang Terserang Wereng dan Upaya Pengendaliannya

Selain memusnahkan telur dan larva, Anda juga bisa melakukan penangkapan ngengat dengan menggunakan perangkap atau lampu. Cara ini ampuh mengendalikan hama penggerek batang di area pertanaman padi.

  • Pengendalian secara kultur teknis

Cara mengendalikan hama penggerek batang padi juga bisa dilakukan secara kultur teknis. Teknik pengendalian ini dilakukan dengan mengatur waktu tanam, rotasi tanaman, pengatur drainase tanaman, pemupukan berimbang, dan menanam varietas tahan penggerek batang. 

Baca juga: Jangan Asal, Ini Cara Tepat Memupuk Tanaman Padi

  • Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian kimiawi bisa dilakukan saat populasi hama sudah melebihi ambang batas ekonomi. Cara pengendalian ini dengan mengaplikasikan insektisida. Namun, aplikasi insektisida harus tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat cara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com