Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Okra Merah dari Biji, Bisa Dipanen Bekali-kali

Kompas.com, 25 Oktober 2022, 20:31 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Okra merah merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak diperjualbelikan.

Okra merah mengandung banyak serat. Serat dalam okra diketahui bisa membantu menurunkan gula darah, kolesterol, mencegah radikal bebas, hingga mencegah kanker pada usus.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Okra

Selain itu, okra merah memiliki rasa yang enak sehingga banyak orang berminat menanamnya. Tanaman yang disebut Lady’s Finger ini ternyata sangat cocok ditanam di Indonesia yang beriklim tropis.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (25/10/2022), berikut cara menanam okra merah dari biji. 

Persiapan lahan budidaya

Tanaman okra merahShutterstock/Benchaporn Maiwat Tanaman okra merah

Lahan yang akan digunakan untuk menanam okra merah sebaiknya diolah terlebih dahulu. Setelah itu, buat bedengan dengan lebar 90-100 sentimeter (cm) dan tinggi 20-30 cm.

Bedengan dibuat dengan jarak sekitar 50-70 cm, kemudian berikan pupuk dasar dari pupuk kandang atau kompos, dan taburkan pupuk dasar secara merata.

Jika tanah terlalu asam, taburkan kapur dolomit untuk meningkatkan pH tanah. Biarkan bedengan terbuka selama dua minggu. Selanjutnya, pasang mulsa plastik perak di atas bedengan.

Baca juga: Cara Menanam Timun Jepang agar Panennya Melimpah

Menyiapkan benih

Benih okra merah bisa dibeli di toko pertanian terdekat atau mengambil langsung pada buah okra merah yang sudah tua dan kering di pohon. Ambil biji okra, kemudian jemur sampai biji siap disemai.

Menyemai benih okra merah

Benih yang digunakan harus direndam terlebih dahulu selama empat sampai enam jam. Benih yang digunakan hanya benih yang tenggelam.

Setelah itu, siapkan media semai dari tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Masukan media semai dalam polybag dan siram sampai lembap.

Buat lubang tanam, kemudian masukkan benih okra yang sudah direndam, dan letakkan pada tempat teduh agar terhindar dari sinar matahari langsung.

Baca juga: Cara Menanam Timun agar Berbuah Lebat

Pindah tanam

Ilustrasi tanaman okra merah berbuah banyakShutterstock/Khairil Azhar Junos Ilustrasi tanaman okra merah berbuah banyak

Ketika bibit okra mulai tumbuh, lakukan pindah tanam ke bedengan. Biasanya, bibit yang dipindah tanam sudah berumur empat hari hingga dua minggu.

Cara menanam okra merah adalah meletakkan bibit pada lubang tanam yang sudah dibuat, kemudian tutup lubang tanam dengan tanah. Lakukan penanaman saat sore hari agar tanaman muda tidak layu.

Penyiraman

Tanaman okra merah akan tumbuh baik apabila kebutuhan airnya tercukupi. Penyiraman bisa dilakukan dua kali dalam sehari.

Namun, saat musim hujan tiba, intensitas penyiraman bisa dikurangi. 

Baca juga: 3 Cara Mudah Menanam Mentimun di Rumah 

Penyulaman

Jika ditemukan tanaman yang tidak sehat atau mati, segera mengganti dengan tanaman baru agar populasi tanaman dalam satu lahan tetap sama dan panennya tetap maksimal. 

Pemupukan susulan

Pemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari setelah tanaman. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk ZA atau Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1.

Pemupukan susulan kedua diberikan ketika tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk ZA atau Urea, KCl, dan NPK.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur setelah penyiraman.

Mengatasi hama dan penyakit

Sayuran okra merahShutterstock/kariphoto Sayuran okra merah

Cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman okra merah bisa dilakukan secara mekanis, biologis, maupun kimiawi. Namun, penggunaan bahan kimia harus disesuaikan dengan tingkat serangan dan sesuai dosis yang dianjurkan. 

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Oyong agar Berbuah Lebat

Pemanenan

Tanaman okra merah umumnya bisa dipanen ketika berumur 60-70 hari setelah tanam. Okra merah biasanya dipanen saat masih muda.

Ukuran buah yang ideal untuk dipanen adalah sekitar lima sampai tujuh cm. Panen okra harus dilakukan tepat waktu karena pemanenan yang terlambat dapat menyebabkan sayur ini keras dan rasanya pahit.

Cara panen tanaman ini adalah memetik buah yang sudah siap dipanen. Perlu diketahui, dalam satu kali penanaman, okra merah bisa dipanen sebanyak satu sampai dua kali dalam beberapa bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau