Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tips Mengaplikasikan Pestisida Saat Musim Hujan

Kompas.com - 30/10/2022, 10:33 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat musim hujan, penyakit tanaman mudah berkembang. Petani biasanya akan sigap melakukan penyemprotan pestisida agar patogen penyebab penyakit tidak menyebar lebih lanjut atau ke tanaman lain yang sehat.

Akan tetapi, penyemprotan pestisida saat musim hujan tidak boleh sembarangan. Pasalnya, air hujan bisa menyebabkan pestisida tercuci.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (30/10/2022), berikut sejumlah tips mengaplikasikan pestisida saat musim hujan agar tetap efektif dan efisien.

Baca juga: Teknik Penyemprotan Pestisida dan Fungisida untuk Tanaman Cabai

1. Penggunaan nozzle dan tangki sprayer yang tepat

ilustrasi aplikasi herbisidapexels.com/ Laura Arias ilustrasi aplikasi herbisida
Nozzle pada sprayer ternyata dapat mempengaruhi efektivitas pestisida. Karena itu, penggunaan nozzle yang tepat dapat membuat pestisida bekerja baik.

Misalnya, jika ingin menyemprotkan pestisida ke area yang luas dan merata, sebaiknya gunakan nozzle kerucut yang bisa menghasilkan pancaran menyebar.

Sementara itu, jika ingin menyemprotkan herbisida, gunakan nozzle jenis polijet yang bisa menghasilkan pancaran seperti kipas. 

Baca juga: Catat, Ini Jenis-jenis Pestisida Pertanian yang Sering Digunakan

Usia nozzle juga perlu diperhatikan. Pasalnya, butiran semprotan yang dihasilkan kalau nozzle dalam kondisi baik dan tidak tersumbat. Jadi, jika nozzle sudah usang, sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

Selain nozzle, penggunaan tangki sprayer yang tepat juga turun mempengaruhi efektivitas penyemprotan pestisida saat musim hujan.

Tangki sprayer dari logan bisa digunakan untuk aplikasi insektisida maupun fungisida. Meski demikian, penggunaan tangki sprayer dari plastik lebih disarankan agar lebih efisien. 

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau