Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pahami Ciri-ciri Jagung Terserang Virus dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 26 November 2022, 13:40 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus merupakan salah satu patogen penyebab penyakit tanaman. Kelompok patogen ini bisa dijumpai pada berbagai jenis tanaman, tak terkecuali pada tanaman jagung.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (26/11/2022), jenis virus yang menyerang tanaman jagung yaitu virus maize dwarf mosaic (MDMV). Virus ini berasal dari keluarga potyviridae.

Virus ini bisa menyebabkan tanaman jagung mengalami penyakit mosaic kerdil. Adapun ciri ciri jagung terserang virus dan cara mengatasinya, seperti berikut.

Baca juga: Ciri-ciri Jagung Terkena Penyakit Bulai dan Cara Mengendalikannya

Ciri-ciri tanaman jagung terserang virus

ilustrasi tanaman jagung yang terserang penyakitPexels/lilartsy ilustrasi tanaman jagung yang terserang penyakit

Ciri-ciri jagung yang terserang virus bisa dilihat dari daun tanaman ini. Daun tanaman jagung yang terserang virus akan muncul garis kuning muda terputus-putus di permukaanya.

Pada daun muda, terdapat bercak klorosis yang akan berubah menjadi pola mosaic dan menguning. Lama-kelamaan akan muncul garis merah atau bercak.

Selain menimbulkan gejala pada daun, virus juga membuat tanaman jagung menjadi kerdil dan tongkolnya berukuran kecil. Di masa produktivitas, tanaman jagung yang terserang virus akan mengalami busuk akar dan mandul.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Jagung Terserang Bulai dan Cara Mengatasinya

Persebaran virus tanaman jagung

Persebaran virus pada tanaman jagung bisa melalui berbagai cara. Virus yang menyerang tanaman jagung menyebar lewat vektor serangga.

Selain itu, virus ini juga bisa menyebar lewat daun yang sudah terinfeksi dan saling bergesekan dengan daun yang masih sehat. Virus tersebut juga bisa menyebar lewat biji dan dibawa oleh vektor kutu daun.

ilustrasi penyakit pada tanaman jagungpexels.com/Michael Fischer ilustrasi penyakit pada tanaman jagung

Vektor tersebut akan memakan daun yang terinfeksi dan berpindah ke tanaman lain. Kondisi inilah yang menyebabkan virus menyebar dengan cepat.

Cara mengatasi tanaman jagung yang terserang virus

Apabila tanaman jagung yang dibudidayakan terserang virus, segeralah melakukan pengendalian agar patogen tersebut tidak menyebar ke tanaman lain. Beberapa cara mengatasi tanaman jagung yang terserang virus, seperti berikut;

  1. Mencabut tanaman yang terinfeksi agar tidak menjadi sumber infeksi untuk tanaman lain.
  2. Melakukan pergiliran tanaman.
  3. Menggunakan pestisida untuk mengendalikan populasi vektor.
  4. Menggunakan benih sehat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau