Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik dengan Sistem Ember Tumpuk

Kompas.com - 04/12/2022, 18:25 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Sementara itu, ember bagian bawah berfungsi untuk menampung lindu yang akan digunakan sebagai pupuk organik cair. Pada ember bawah di pasang kran yang berguna sebagai tempat keluarnya lindi.

Setelah sistem ember tumpuk selesai dibuat, masukkan sampah organik ke dalam ember bagian atas bersama dengan bahan-bahan lainnya. Kemudian, tutup rapat ember tersebut agar proses fermentasi berlangsung cepat.

Baca juga: Pupuk Kandang dan Pupuk Kompos, Apa Perbedaannya?

Nantinya, lindi akan turun menuju ember bawah dan tertampung di tempat tersebut. Air lindi dibiarkan selama kurang lebih satu bulan.

Ilustrasi kompos untuk limbah rumah tanggaSHUTTERSTOCK/Daisy Daisy Ilustrasi kompos untuk limbah rumah tangga

Berikutnya, air lindi dimasukkan dalam botol benih sebanyak setengah botol dengan tutup yang dikendorkan. Lalu, jemur di bawah sinar matahari langsung agar warnanya berubah menjadi hitam coklat dan aromanya tidak menyengat.

POC dari air lindi ini kemudian diencerkan sebelum diaplikasikan ke tanaman. Takaran pengenceran yaitu sebanyak tiga sendok makan POC ditambahkan ke dalam 1 liter air.

Sementara itu, ampas sampah organik yang berada di ember bagian atas bisa diambil dan ditiriskan lalu diayak. Ampas inilah yang menjadi kompos atau pupuk padat dan bisa diaplikasikan langsung ke tanaman.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik dari Terasi

Selain itu, kompos ini juga dapat digunakan sebagai sumber mikroba perombak untuk pengomposan bahan lain.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau