Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Pupuk Kalsium, Bikin Tanaman Tahan Serangan Penyakit

Kompas.com, 7 Desember 2022, 16:48 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman membutuhkan nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhannya untuk tumbuh. Nutrisi bagi tanaman yang disebut dengan unsur hara secara umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (7/12/2022), ada enam jenis unsur hara makro yang berperan dalam laju pertumbuhan tanaman, yaitu nitrogen (N), F=fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan sulfur (S).

Keenam jenis unsur hara tersebut dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang cukup, tidak kekurangan dan tidak berlebihan.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Bokashi Cair untuk Tanaman

Ilustrasi memberi pupuk ke tanaman.SHUTTERSTOCK/VITALII STOCK Ilustrasi memberi pupuk ke tanaman.

Jika tanaman kekurangan atau kelebihan unsur hara, akibatnya adalah pertumbuhan tanaman yang abnormal.

Salah satu unsur hara makro yang berperan penting pada pertumbuhan dan ketahanan tanaman adalah kalsium (Ca).

Pupuk kalsium memberi daya tahan tanaman terhadap penyakit

Serangan penyakit bisa terjadi kapan saja, baik di musim kemarau maupun musim hujan. Namun, kasus ini paling banyak terjadi pada musim hujan, terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

Penyakit tanaman misalnya antraknosa, busuk batang, layu fusarium, layu bakteri, dan lain sebagainya.

Baca juga: 3 Jenis Pupuk untuk Pisang dari Bahan Organik

Manfaat pupuk kalsium untuk tanaman yang paling penting adalah memperkuat tanaman agar tidak mudah terserang penyakit. Unsur kalsium memiliki peran yang sangat penting bagi tanaman dalam pertumbuhan maupun kesehatan fisik tanaman tersebut.

Kekurangan kalsium akan menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit.

Ilustrasi pupuk kalsium.SHUTTERSTOCK/FOTODUETS Ilustrasi pupuk kalsium.

Untuk mencegah hal tersebut, tanaman wajib diberikan pupuk kalsium dengan kadar yang cukup.

Pemberian pupuk kalsium dapat dilakukan pada saat pemberian pupuk dasar, pemupukan susulan maupun dilakukan dengan penyemprotan.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Pupuk dari Cangkang Telur

Berikut ini cara pemberian pupuk kalsium untuk tanaman.

Pertama, lakukan pengecekan pH tanah. Apabila pH rendah (di bawah angka 7, taburkan kapur pertanian atau kapur dolomit sesuai kebutuhan.

Gunakan pupuk yang mengandung kalsium sebagai pupuk dasar. Lakukan pengecekan pH secara berkala, taburkan kapur pertanian atau kapur dolomit apabila dibutuhkan.

Ilustrasi kapur dolomit untuk menyuburkan tanah dan tanaman.SHUTTERSTOCK/RHJPHOTOS Ilustrasi kapur dolomit untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

Pupuk kalsium juga dapat diaplikasikan dengan penyemprotan.

Baca juga: Kandungan Pupuk Kandang yang Berguna untuk Tanaman

Peran unsur kalsium untuk tanaman

Peran unsur kalsium (Ca) sangat dominan, terutama pada titik-titik tumbuh tanaman seperti pucuk muda dan ujung akar. Kekurangan kalsium menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan menurunnya kualitas buah.

Gejala fisiologis akibat kekurangan kalsium pada tanaman misalnya pecah buah pada semangka, busuk lunak pada mangga, ujung dan tepi daun mengering seperti terbakar pada kubis dan selada, busuk ujung buah pada tomat, bunga dan buah mudah gugur, tanaman mudah terserang penyakit jamur dan bakteri.

Sifat kalsium yang tidak mudah berpindah dari daun tua ke daun muda dan sebaliknya memudahkan kita untuk mendeteksi gejala kekurangan kalsium.

Gejala awal kekurangan kalsium dapat dilihat jika pada pucuk atau daun muda mengering seperti terbakar, busuk pada ujung buah dan berhentinya pertumbuhan akar.

Baca juga: Panduan Pupuk untuk Tanaman Pepaya California

Unsur hara kalsium dapat diperoleh pada produk pupuk kimia misalnya, nitrabor, calcinit, pupuk cantik, dolomit fitomic dan lain-lain.

Ilustrasi pemberian kapur dolomit pada tanah. SHUTTERSTOCK/FOTOHELIN Ilustrasi pemberian kapur dolomit pada tanah.

Manfaat kalsium untuk tanaman

Berikut beberapa manfaat kalsium untuk tanaman selain memperkuat daya tahan terhadap serangan penyakit.

  • Mempercepat pertumbuhan daun dan batang tanaman
  • Meningkatkan zat hijau daun atau klorofil
  • Meningkatkan hasil produksi tanaman
  • Meningkatkan kualitas hasil panen
  • Hasil panen lebih tahan selama transportasi
  • Hasil panen lebih tahan lama dalam penyimpanan
  • Akar tanaman lebih cepat menyerap kalsium dan nitrat yang ada di dalam tanah

Baca juga: Manfaat Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman Padi, Apa Saja?

Efek kelebihan kalsium pada tanaman dan tanah

Beberapa efek samping kelebihan unsur kalsium pada tanah dan tanaman antara lain sebagai berikut.

1. Memengaruhi pH tanah

Kelebihan kalsium dapat mengakibatkan tanah menjadi basa atau memiliki pH tinggi. Seperti halnya pada tanah dengan pH rendah (masam), tanaman tidak mampu tumbuh secara optimal pada tanah basa (tanah ber pH tinggi).

2. Menghambat pertumbuhan tanaman

Pada tanah basa tanaman akan tumbuh kerdil dan tidak mampu berproduksi secara optimal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau