Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Lada menjadi rempah yang banyak tumbuh di Indonesia. Salah satu jenis lada yang dapat dibudidayakan di Indonesia yaitu lada panjat.
Lada panjat adalah jenis tanaman lada yang sifat dasarnya memanjat. Artinya, tanaman ini akan hidup merambat, sehingga budidaya lada panjat perlu tiang panjatan atau ajir.
Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas seputar kelebihan kekurangan, dan cara budidaya lada panjat. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (13/12/2022), berikut ulasan lengkapnya.
Baca juga: 5 Tahapan Budidaya Lada agar Panennya Melimpah
Ilustrasi tanaman ladaLada panjat memiliki sejumlah kelebihan, antara lain;
Sementara itu, kekurangan dari lada panjat ini, seperti berikut:
Baca juga: Cara Menanam Lada Perdu, Bisa Berbuah Sepanjang Tahun
Cara menanam lada panjat sebenarnya tidak berbeda jauh dengan budidaya tanaman lainnya. Adapun langkah-langkah menanam lada, seperti berikut:
Lahan yang akan digunakan untuk menanam lada harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma dan kerikil. Setelah itu, gemburkan tanah agar tekstur dan strukturnya sesuai dengan pertumbuhan lada.
Kemudian, buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm. Isi lubang tanam dengan pupuk organik dan biarkan selama 2 sampai 4 minggu. Lalu, pasang tiang panjatan untuk tempat tanaman merambat.
Ilustrasi lada panjat, tanaman lada, budidaya ladaLangkah berikutnya yaitu meletakkan bibit lada pada lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya. Tutup lubang tanam sembari dan padatkan agar bibit tidak rebah. Setelah itu, ikat bibit pada tiang panjatan.
Baca juga: Cara Pembibitan Lada agar Menghasilkan Bibit Produktif
Tanaman lada yang sudah tumbuh tinggi sebaiknya dipangkas untuk membentuk percabangan. Setelah itu, saat tanaman berumur 8 bulan lakukan pemupukan.
Setelah bunga muncul, sebaiknya buang terlebih dahulu bunga pertama tersebut. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman lada maksimal terlebih dahulu.
Selain itu, lakukan juga penyiangan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman lada. Lakukan juga pengendalian hama dan penyakit agar tanaman lada tetap tumbuh normal dan sehat.
Bunga lada yang muncul di tahun pertama sebaiknya dibuang. Buang lada baru dipelihara setelah tahun ketiga. Nantinya bunga tersebut akan berkembang menjadi buah yang bisa dipanen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.