Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Musuh Alami Hama Tanaman Padi, Apa Saja?

Kompas.com - 14/03/2023, 13:18 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendalian hama tanaman padi bisa dilakukan secara alami menggunakan musuh alami. Dengan memanfaatkan musuh alami, maka biaya perawatan bisa diminimalisir.

Selain itu, pengendalian hama menggunakan musuh alami juga lebih ramah lingkungan. Ada beberapa jenis musuh alami hama tanaman padi yang mudah dijumpai.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (14/3/2023), berikut ini beberapa jenis musuh alami yang bisa mengendalikan hama tanaman padi.

Baca juga: 4 Bunga Ini Bisa Mengusir Hama Tanaman Padi, Apa Saja?

1. Laba-laba serigala

Laba-laba ini memiliki kemampuan memangsa yang tinggi. Musuh alami ini mampu menangkap dan memangsa hama yang kurang aktif seperti nimfa N. virescens yang ukurannya kecil.

Ilustrasi hama wereng pada tanaman padi. SHUTTERSTOCK/ADITYA YUSUP Ilustrasi hama wereng pada tanaman padi.

2. Laba-laba bermata jalang

Laba-laba ini juga aktif memburu hama tanaman padi, seperti; wereng batang coklat, wereng hijau, wereng punggung putih, lalat padi, hama putih, wereng zigzag, dan hama putih palsu.

3. Laba-laba berahang empat

Jenis musuh alami hama tanaman padi lainnya yaitu laba-laba berahang empat. Musuh alami ini memangsa wereng coklat, wereng punggung putih, wereng hijau, wereng zigzag, dan lalat padi.

Baca juga: 4 Jenis Hama Tanaman Padi yang Bisa Menyebabkan Gagal Panen

4. Kepik permukaan air

Sesuai dengan namanya, kepik ini hidup di permukaan air secara bergerombol. Kepik sangat aktif menyerang hama yang jatuh ke air dan tertarik oleh sinar matahari. Jenis mangsa kepik permukaan air, antara lain; wereng coklat, wereng hijau, larva penggerek batang padi, dan wereng punggung putih.

5. Kepik mirid

Kepik mirid memiliki warna hijau dan banyak dijumpai pada tanaman yang serangan hamanya tinggi. predator ini aktif memangsa hama seperti wereng coklat di malam hari. Selain wereng coklat, kepik mirid juga memangsa wereng hijau, wereng punggung putih, lalat padi, dan wereng zig zag.

6. Kumbang stacfilinea

Musuh alami ini aktif mencari mangsa di malam hari dan dapat berenang di air atau bagian tanaman. Jenis hama yang bisa dikendalikan menggunakan musuh alami ini, antara lain; wereng coklat, wereng punggung putih, wereng hijau ulat bulu, dan hama putih.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Padi yang Terserang Wereng dan Upaya Pengendaliannya

7. Kumbang karabid

Ilustrasi hama walang sangit pada padiShutterstock/Wais.32 Ilustrasi hama walang sangit pada padi

Predator ini aktif mencari mangsanya di siang hari. Selain itu, kumbang karabid juga bisa berenang sehingga bisa memangsa hama yang jatuh ke air. Jenis mangsa untuk predator ini, antara lain; wereng coklat, wereng hijau, wereng zig zag, wereng punggung putih, hama putih, ulat bulu, penggerek batang padi, dan ulat jengkal.

8. Capung jarum

Capung ini biasanya ditemukan di bawah tajuk tanaman. Capung ini merupakan predator yang memangsa wereng hijau, wereng coklat, wereng punggung putih, dan hama putih palsu.

9. Belalang bertanduk panjang

Musuh alami hama tanaman padi lainnya yaitu belalang bertanduk panjang. Musuh alami ini aktif di siang hari.

Baca juga: Cara Mengendalikan Walang Sangit Secara Alami dan Keuntungannya

Predator ini banyak ditemukan di daun atau malai tanaman padi. Mangsa dari predator ini, antara lain; wereng coklat, wereng hijau, wereng zig zag, telur penggerek batang, dan wereng punggung putih.

10. Kumbang koksinelid

Kumbang koksi juga termasuk musuh alami dari hama wereng batang coklat, aphis, wereng hijau, wereng zig zag, dan penggerek batang padi. Larva kumbang ini aktif memangsa hama secara berkelompok.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau