Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Media Tanam Organik yang Mudah Didapatkan

Kompas.com, 18 April 2023, 18:02 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Media tanam menjadi salah satu bahan yang penting untuk dipersiapkan sebelum menanam tanaman. Fungsinya untuk menopang tanaman, menyediakan nutrisi, dan menjadi tempat pertumbuhan akar.

Secara umum, media tanam yang digunakan berasal dari bahan organik dan anorganik. Media tanam organik banyak dipilih karena memiliki beberapa keunggulan, seperti; pori-pori makro dan mikronya seimbang, mengandung unsur hara yang cukup tinggi, hingga mudah didapatkan.

Jenis media tanam organik sangat beragam. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (18/4/2023), berikut beberapa jenis media tanam dari bahan organik yang sering digunakan.

Baca juga: Bahan Pembuatan Media Tanam, Apa Saja?

1. Batang pakis

Batang pakis merupakan salah satu media tanam dari bahan organik. Keunggulan media tanam ini yaitu mudah mengikat air karena memiliki banyak rongga udara dna teksturnya lunak.

Hal tersebut juga membuat akar lebih mudah berkembang dan menyerap air dengan maksimal. Pakis biasanya menjadi bahan campuran yang dapat menyimpan banyak air.

Ilustrasi media tanam dari sekam bakarShutterstock/jamaludinyusuppp Ilustrasi media tanam dari sekam bakar

Selain itu, batang pakis juga tidak mudah lapuk sehingga bisa digunakan untuk daerah curah hujan tinggi.

2. Sekam bakar

Sekam bakar merupakan media tanam yang porus dan mengandung karbon tinggi. Selain itu, sekam bakar juga bisa menyerap panas sehingga dapat meningkatkan suhu dan mempercepat perkecambahan.

Baca juga: 8 Manfaat Arang Sekam bagi Tanaman, Bisa Meningkatkan Kesuburan

Kekurangan dari media tanam ini yaitu mudah hancur dan harus sering diganti dengan media tanam lain. Arang sekam disarankan menjadi campuran media, namun cukup 25 persen saja.

Pasalnya, jumlah yang terlalu banyak dapat mengurangi kemampuan media tanam menyerap air.

3. Cocopeat

Cocopeat adalah media tanam organik yang terbuat dari sabut kelapa. Pembuatan media tanam ini melalui proses perebusan sehingga media tanam ini menjadi steril.

Kelebihan lain dari cocopeat yaitu dapat mengikat dan menyimpan air dengan kuat, mengandung unsur hara, dan dapat menetralkan keasaman tanah.

4. Arang kayu

Selain arang sekam, jenis media tanam organik lainnya yaitu arang kayu. Media tanam ini tersebut dari pecahan kayu yang dibakar.

Baca juga: Cara Membuat Biochar Sekam Padi, Mudah dan Murah

Arang kayu memiliki sifat buffer sehingga bisa menetralisir dan mengadaptasikan, saat terjadi kesalahan dalam pemupukan. Sayangnya, media tanam ini miskin hara dan sulit mengikat air

Maka dari itu, perlu ditambahkan unsur hara berupa pemupukan agar tanaman tetap tumbuh dengan baik.

Ilustrasi peat moss untuk tanaman. SHUTTERSTOCK/SWEET_TOMATO Ilustrasi peat moss untuk tanaman.

5. Moss

Moss merupakan media tanam yang berasal dari akar paku-pakuan atau kadaka yang banyak dijumpai di hujan. Moss digunakan untuk penyemaian hingga masa pembungaan.

Media tanam ini memiliki banyak rongga, sehingga memungkikan akar tumbuh dan berkembang dengaan baik. media tanam ini bisa mengikat air dan mempunyai drainase serta aerasi yang baik.

Baca juga: 3 Media Tanam yang Biasa Digunakan untuk Hidroponik

Untuk hasil tanaman yang maksimal, moss bisa dikombinasikan dengan media tanam lain seperti tanah gambut, daun kering, atau kulit kayu.

6. Pupuk kandang

Pupuk ini berasal dari kotoran hewan. Selain digunakan sebagai pupuk dasar, pupuk kandang juga bisa digunakan sebagai media tanam.

Media tanam ini mengandung unsur hara makro yang lengkap dan mikroorganisme yang bisa menunjang pertumbuhan tanaman.

7. Humus

Humus adalah media tanam hasil dari pelapukan bahan organik. Bahan organik yang biasanya diolah menjadi humus yaitu sisa tanaman atau hewan yang mati.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing

Humus memiliki warna gelap dan bisa membantu proses penggemburan tanah. Media tanam ini memiliki kemampuan daya tukar ion yang tinggi, sehingga dapat menyimpan unsur hara.

Akan tetapi, humus mudah ditumbuhi jamur saat terjadi perubahan suhu, kelembapan, dan aerasi yang ekstrim. Selain itu, humus juga memiliki porositas rendah, sehingga akar sulit menyerap air.

8. Kompos

Kompos adalah media tanam organik dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik. Keunggulan kompos yaitu bisa mengembalikan kesuburan tanah. Kompos yang baik untuk media tanam yaitu kompos yang berwarna hitam kecoklatan, tidak berbau, mengandung kadar air rendah dan mempunyai suhu ruang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau