Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Srikaya Jumbo yang Dagingnya Tebal

Kompas.com, 19 April 2023, 17:18 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Srikaya merupakan salah satu buah yang unik. Ciri khas dari buah ini yaitu bijinya yang banyak.

Meski bijinya banyak, buah ini tetap disukai karena rasanya manis. Ada banyak jenis srikaya, salah satunya srikaya jumbo.

Sesuai dengan namanya, buah srikaya ini memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan srikaya lokal. Buah srikaya jumbo berasal dari Australia dengan berat mencapai 800 gram.

Walaupun bukan berasal dari Indonesia, buah ini tetap bisa ditanam di Indonesia. Asalkan penanaman dilakukan pada daerah dengan ketinggian 100 sampai 300 mdpl.

Baca juga: Cara Menanam Srikaya yang Benar agar Berbuah Banyak

Dikutip dari situs Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, Rabu (19/4/2023), cara menanam srikaya jumbo dengan mudah.

Penanaman

Penanaman srikaya jumbo bisa dilakukan dalam pot. Ukuran pot yang sesuai untuk menanam buah ini yaitu pot berdiameter 40 sampai 50 cm.

Ilustrasi tanaman buah srikaya. SHUTTERSTOCK/LLLONAJALLL Ilustrasi tanaman buah srikaya.

Media tanam yang digunakan untuk menanam srikaya sebaiknya dicampurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama. Selain ditanam di dalam pot, pohon srikaya juga bisa ditanam di lahan.

Lahan yang akan digunakan untuk menanam srikaya perlu diolah terlebih dahulu. Kemudian, buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm.

Kemudian, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Pada lubang tanam diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 10 hingga 15 kg.

Baca juga: Jangan Dibuang, Begini Cara Membuat Pestisida dari Biji Srikaya

Sebagian pupuk dicampurkan dengan tanah bagian atas. Lubang tanam kemudian dibiarkan selama 2 sampai 4 minggu sebelum ditanami.

Setelah itu, letakkan bibit srikaya jumbo pada lubang tanam tersebut. Lalu, tutup lubang tanam dengan tanah yang sudah dicampur pupuk.

Perawatan tanaman

Perawatan tanaman srikaya di pot atau lahan sama saja. Tanaman perlu disiram agar media tanam tetap lembap.

Setelah tanaman tumbuh setinggi 1,5 meter lakukan pemangkasan pertama. Pemangkasan dilakukan di musim hujan agar tanaman tidak stres.

Baca juga: Cara Menanam Buah Delima dari Biji dengan Mudah

Selain itu, lakukan juga pemupukan dengan memberikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 30 sampai 40 gram/tanaman dan pupuk kandang 5 kg. Cara pemupukannya dengan menebarkan di atas media tanam.

Pemupukan diberikan 2 bulan sekali. Setelah tanaman berumur 2 tahun, tanaman diberi pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 50 sampai 75 gram/tanaman.

Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar tajuk tanaman. Kemudian tutup pupuk dengan tanah agar tidak mudah menguap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau