Penulis
Mentimun sayur bisa dipanen setiap 5 sampai 10 hari sekali tergantung dari jenis, ukuran, serta umur yang dikehendaki atau sesuai dengan permintaan pasar. Biasanya pasar swalayan membutuhkan timun dalam 2 jenis.
Pertama, timur acar yang memiliki panjang sekitar 10 sampai 15 cm, bentuk lurus, kulit mulus, dan dalam kondisi segar. Kedua, timun besar yang memiliki panjang 14 hingga 20 cm, bentuk buah lurus, kulit mulus, dan kondisinya segar.
Pasca panen mentimun bertujuan untuk menjaga kualitas buah tetap baik hingga sampai ke tangan konsumen, oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Simak, Cara Menanam Timun Suri agar Berbuah Banyak
Timun yang sudah dipanenTahap pasca panen mentimun selanjutnya yaitu pengemasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengangkutan.
Mentimun grade A dan B biasanya dikemas menggunakan plastik wrap-ing untuk menjaga kesegarannya. Atur posisi buah sedemikian rupa yang disesuaikan dengan bentuk wadahnya.
Baca juga: Jenis Pupuk untuk Timun agar Berbuah Lebat
Sementara untuk grade C dengan spesifikasi bengkok, kulit kurang mulus, namun buah masih dalam kondisi segar dan baik bisa langsung dimasukkan ke dalam karung jaring dan didistribusikan ke pasar tradisional.
Pengangkutan dan pendistribusian sebaiknya segera dilakukan segera setelah timun dipetik untuk menjaga kesegarannya. Apabila mentimun didistribusikan ke tempat yang jauh dan membutuhkan waktu beberapa hari, sebaiknya letakkan timun di tempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari, dan aman dari air hujan agar timun tidak rusak atau busuk.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya