Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Melon di Polybag, Bisa di Halaman Rumah

Kompas.com, 26 Juni 2023, 18:39 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Melon (Cucumis melo L.) adalah tanaman yang menghasilkan buah dengan warna putih kehijauan sampai merah. Daging melon mempunyai tekstur yang halus dan lunak, biasa dinikmati untuk hidangan penutup, buah meja, atau dijadikan campuran es buah.

Melon adalah tanaman merambat yang menjalar dengan daun bentuk menjari serta batang tidak berkayu ini termasuk ke dalam tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Senin (26/6/2023), jika Anda mempunyai hobi bercocok tanam, maka Anda bisa mencoba menanam melon di polybag. Anda tidak perlu memiliki lahan luas untuk menanam melon di polybag, karena bisa dilakukan di halaman rumah.

Baca juga: Jenis Pupuk untuk Melon dan Cara Aplikasinya

Melon jepang dijual dengan harga tinggi, mencapai jutaan rupiah per buahnya. Ada alasan di balik mahalnya harga buah ini.SHUTTERSTOCK/Kotcha K Melon jepang dijual dengan harga tinggi, mencapai jutaan rupiah per buahnya. Ada alasan di balik mahalnya harga buah ini.

Berikut cara menanam melon di polybag yang bisa dilakukan di pekarangan atau halaman rumah.

1. Syarat tumbuh

Tanaman melon bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 250 hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan curah hujan antara 1.500 hingga 2.500 mm per tahun.

Tanah yang baik untuk menanam melon adalah tanah liat berpasir atau andosol yang mengandung bahan organik dengan kadar tinggi.

2. Persiapan alat dan bahan

Siapkan beberapa buah polybag dengan ukuran masing-masing 40 x 50 cm atau 37 x 40 cm.

Baca juga: Begini Cara Menanam Melon Madu di Sawah dengan Mudah

Siapkan juga lanjaran atau ajir dari bambu yang nanti akan ditancapkan pada media tanam dengan panjang 1,5 sampai 2 meter. Selain itu, siapkan paku ukuran 2 inci, tali rafia, gunting, dan pisau.

Ilustrasi menanam melon, budidaya melon. SHUTTERSTOCK/TCHARA Ilustrasi menanam melon, budidaya melon.

3. Persiapan bibit

Belilah benih melon di toko tanaman, lalu rendam ke dalam air yang sudah diberi fungisida selama satu malam.

Untuk media semai, Anda bisa membuatnya dengan mencampurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 2 : 1, lalu dimasukkan langsung ke dalam polybag atau pot semai.

Tancapkan benih yang berkecambah ke dalam media semai tersebut, arahkan benih yang runcing menghadap ke bawah. Siram dengan air dua hari sekali agar tanah tidak kering.

Baca juga: Cara Menanam Melon Madu Lengkap dengan Perawatannya

Hindarkan dari paparan sinar matahari langsung.

Ilustrasi melon, buah melon. PIXABAY/PUBLICDOMAINIMAGES Ilustrasi melon, buah melon.

4. Persiapan media tanam

Media tanam melon berbeda dengan media semai, juga tempatnya. Siapkan dahulu polybag baru, lalu buatlah media tanam yang terdiri dari susunan tanah, pupuk kandang, arang sekam dengan masing-masing perbandingan 1 : 2 : 3.

Masukkan media tanam yang sudah dicampur ke dalam polybag, lalu tambahkan 5 gram furadan, 20 gram pupuk NPK, 1 liter asam humat, lalu aduk rata.

5. Penanaman

Penanam dilakukan apabila bibit yang disemai sudah berumur sekitar dua sampai tiga minggu saat tunas sudah mencapai ukuran sekitar 10 cm, lalu pindahkan ke media pertumbuhan, yakni polybag yang telah disiapkan.

Baca juga: Tips Memilih Melon yang Matang dan Manis

Sebelum dipindahtanamkan, siram dahulu media tanam dengan air. Penanaman lebih baik dilaksanakan pada saat matahari mulai tenang, bisa pada pagi atau sore hari.

Ilustrasi pohon melon, menanam melon, cara menanam melon.SHUTTERSTOCK/BACKGROUND ALL Ilustrasi pohon melon, menanam melon, cara menanam melon.

6. Pemasangan ajir

Ajir atau lanjaran dipasang pada saat tanaman melon sudah merambat dan menjalar atau pada usia 5 sampai  8 hari setelah masa awal tanam, sembari diatur arah rambatannya.

7. Pemberian pupuk

Cara menanam melon dalam polybag setelah melakukan pemangkasan cabang adalah melakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk dasar dari pupuk NPK mutiara sebanyak 15 gram per polybag.

Berikan pupuk pada saat mengisi media tanam pada polybag.

Baca juga: Cara Budidaya Melon Golden di Lahan Sempit

8. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama bisa dilakukan dengan bantuan insektisida ataupun membuang hama secara manual dari bagian tanaman yang dihinggapi.

9. Panen

Panen melon biasanya dilakukan setelah melon mulai berbuah, umumnya pada umur 20 hari setelah tanam. Buah sudah bisa diseleksi dan dipelihara hingga hari ke-60 setelah masa tanam untuk dipanen.

Buah yang siap dipanen mempunyai ciri-ciri warna kulit yang mulai putih kekuningan, kulit buah putih berwarna kekuningan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau