Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis Tanaman Microgreen dan Cara Budidayanya

Kompas.com, 18 Juli 2023, 12:17 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Microgreen adalah teknik budidaya sayuran yang cocok dikembangkan di lingkungan perkotaan. Pasalnya, cara menanam sayuran dengan teknik ini tidak memerlukan lahan luas.

Bahkan, budidaya bisa dilakukan di dalam rumah dengan alat dan bahan yang mudah dijumpai. Sesuai dengan namanya, tanaman yang dihasilkan tidak tumbuh besar seperti sayuran yang dibudidayakan secara konvensional.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus meningkatkan nilai jual sayuran tersebut. Lantas, apa saja jenis tanaman microgreen? Dan bagaimana cara budidaya sayuran microgreen? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: 6 Langkah Budidaya Microgreen, Cepat Panen dan Menguntungkan

Jenis tanaman microgreen

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (18/7/2023), ada beberapa jenis kelompok tanaman yang ternyata bisa dibudidayakan dengan sistem microgreen. Beberapa tanaman tersebut, antara lain;

Ilustrasi sayuran microgreen, microgreenIlustrasi sayuran microgreen, microgreen Ilustrasi sayuran microgreen, microgreen

  1. Brassicacea: kembang kol, kubis, selada air, brokoli, arugula, dan lobak.
  2. Asteraceae: sawi putih, radicchio, dan selada.
  3. Apiaceae: seledri, wortel, dan adas.
  4. Amaryllidaceae: bawang putih, bawang merah, dan daun bawang.
  5. Amaranthaceae: bayam merah, bayam hijau, dan bit.
  6. Cucurbitaceae: labu, timun, dan melon.

Cara menanam microgreens

Microgreen merupakan teknik budidaya tanaman khususnya sayuran yang hasilnya dipanen saat berumur 7 hingga 21 hari setelah tanam. Oleh karena itu, proses budidaya microgreen sangat singkat. Adapun langkah-langkah budidaya microgreen, seperti berikut:

Baca juga: 6 Langkah Budidaya Microgreen, Cepat Panen dan Menguntungkan

  1. Pilih benih sayuran yang sehat dan tidak kadaluarsa.
  2. Siapkan media tanam berkualitas dan wadah penanaman. Jenis media tanam yang bisa digunakan yaitu moos, tanah, pasir malang, cocopeat, rockwool, dan lain sebagainya.
  3. Setelah itu, basahi media tanam dengan air.
  4. Lalu, benih ditanam di dalam media tanam tersebut dan simpan pada tempat yang gelap untuk mempercepat perkecambahan. Simpan selama sehari semalam.
  5. Setelah benih berkecambah, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari.
  6. Lakukan perawatan dengan maksimal.
  7. Panen tanaman microgreen dengan cara mencabut tanaman sampai ke akar atau memotong pangkal batangnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Tips
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau