Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Selada Air, Bisa Panen Setelah 3 Minggu

Kompas.com, 26 Juli 2023, 22:26 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Selada air termasuk sayuran yang banyak dijumpai di pasar tradisional. Di beberapa daerah, sayuran ini memiliki nama yang berbeda.

Dalam bahasa Sunda, selada air sering disebut selada cai, sedangkan dalam bahasa Jawa disebut kenci. Meski memiliki nama berbeda, teknik budidaya selada air di beberapa daerah relatif sama, meliputi; persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, perawatan, dan panen.

Dilansir dari buku Sayuran Lokal Indonesia: Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/7/2023), berikut ini cara menanam selada air dengan mudah dari persiapan bibit sampai panen.

Baca juga: 3 Langkah Menanam Selada dengan Mudah dan Praktis

1. Persiapan bibit

Umumnya, selada air diperbanyak dengan cara stek batang. Bibit diambil dari tanaman induk yang segar, produktif, dan sehat. Stek batang selada air memiliki ukuran kurang lebih 15 hingga 20 cm.

Tanaman selada air atau Nasturtium,OfficinaleShutterstock/Heike Rau Tanaman selada air atau Nasturtium,Officinale

2. Persiapan lahan

Lahan yang akan ditanami selada air perlu diolah terlebih dahulu. Pengolahan lahan bisa dilakukan di akhir musim kemarau atau akhir musim hujan, disesuaikan dengan waktu penanaman.

Setelah diolah, buat petakan sawah dan bajak sembari dialiri air hingga macak-macak seperti lahan sawah. Kemudian, aplikasikan pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah.

3. Penanaman

Penanaman selada air paling baik dilakukan di awal musim hujan. Namun, pada daerah yang sumber airnya cukup, penanaman bisa dilakukan sepanjang tahun.

Baca juga: Jenis-jenis Selada yang Banyak Tumbuh di Indonesia

Cara menanam selada air yaitu dengan menancapkan stek batang pada lubang tanam dan tutup lubang tanam dengan tanah. Kondisi lahan harus macak-macak dan tidak kering karena selada air memerlukan lahan yang berair.

4. Perawatan tanaman

Agar tanaman selada air tumbuh dengan baik, maka lakukan perawatan dengan maksimal. Beberapa kegiatan perawatan yang perlu dilakukan, antara lain; pengairan, pemupukan, penyulaman, penyiangan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

5. Panen

Tanaman selada air bisa dipanen saat berumur 3 minggu setelah bibit ditanam. Cara panennya yaitu potong bagian bawah tanaman dengan menyisakan 5 hingga 10 cm dari permukaan tanah. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat cuaca cerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau