Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Panen dan Pasca-panen Nanas yang Benar

Kompas.com, 25 Maret 2023, 13:25 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Nanas merupakan salah satu buah tropis yang banyak disukai. Buah ini memiliki rasa asam dan segar.

Kandungan air buah ini juga cukup tinggi. Di bulan Ramadhan seperti saat ini, buah nanas sangat laris di pasaran.

Banyak yang memburu nanas untuk dibuat menjadi sop buah salah satu takjil buka puasa. Selain itu menjelang Lebaran, nanas juga banyak dicari untuk diolah menjadi selai nanas isian kue kering nastar.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Nanas di Pekarangan Rumah

Melihat momen tersebut, membuat petani banyak yang akhirnya memanen nanas saat Ramadhan atau menjelang Lebaran. Meskipun demikian, untuk mendapatkan buah nanas yang berkualitas baik dan harganya mahal, panen dan pasca panen nanas harus dilakukan dengan benar.

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (25/3/2023), simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Ilustrasi tanaman nanas, pohon nanas. WIKIMEDIA COMMONS/KAWEESAESTHER Ilustrasi tanaman nanas, pohon nanas.

Panen nanas

Panen nanas bisa dilakukan saat tanaman berumur 18 hingga 24 bulan atau tergantung pada jenis bibit yang ditanam. Bibit dari mahkota bunga biasanya baru bisa dipanen setelah tanaman berumur 24 bulan.

Sedangkan tanaman nanas dari tunas batang bisa dipanen setelah berumur 18 bulan. Selain melihat umur tanaman, buah nanas yang siap panen juga bisa dilihat dari ciri-cirinya.

Baca juga: Budidaya Tanaman Nanas yang Benar supaya Panennya Melimpah

Berikut ciri nanas siap panen yang penting untuk dipertimbangkan.

  1. Mahkota buah sudah terbuka.
  2. Tangkai tanaman mulai mengkerut.
  3. Mata buah mendatar, besar, dan berbentuk bulat.
  4. Pada bagian dasar buah berwarna kuning.
  5. Terdapat aroma harum khas buah nanas.

Jika tanaman nanas menunjukkan ciri tersebut, maka buah nanas sudah bisa dipanen. Cara panen nanas cukup mudah yakni dengan memotong tangkai buah secara mendatar atau miring menggunakan pisau tajam dan steril. Panen harus dilakukan secara hati-hati agar buah nanas tidak rusak.

Pasca panen nanas

Buah nanas yang sudah dipanen kemudian hendak dikumpulkan ke dalam tempat yang bersih. Buah nanas lalu disortir untuk mendapatkan buah dengan kualitas terbaik.

Baca juga: Cara Menanam Nanas Madu di Halaman Rumah, Bisa Pakai Pot atau Polybag

Setelah itu, buah nanas dikelompokkan berdasarkan bentuk, ukuran, maupun tingkat kematangannya. Sebelum dipasarkan, buah nanas disimpan terlebih dahulu dalam tempat yang bersih dan ruangan yang sejuk.

Buah nanas kemudian dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu. Terakhir, buah nanas diangkut ke tempat penjualan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Tips
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Varietas Tanaman
Ekonomi Babel: Lada Sebagai Andalan, Bukan Timah
Ekonomi Babel: Lada Sebagai Andalan, Bukan Timah
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau