Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bayam di Pekarangan Rumah, Bisa Panen Berkali-kali

Kompas.com, 2 April 2023, 19:16 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu sayuran daun yang dapat ditanam di pekarangan rumah yaitu bayam. Sayuran ini cukup mudah dibudidayakan dan cepat panen.

Akan tetapi agar hasil panennya maksimal, tanaman bayam harus ditanam pada area yang terkena sinar matahari langsung. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (2/4/2023), berikut cara menanam bayam di pekarangan agar cepat panen.

Menyiapkan benih

Benih bayam bisa diperoleh dari toko pertanian terdekat. Benih yang dipilih sebaiknya berasal dari varietas unggul, bebas dari hama dan penyakit, dan memiliki pertumbuhan yang maksimal.

Baca juga: Budidaya Bayam di Pekarangan Rumah, Mudah dan Cepat Panen

Menyiapkan lahan

Area pekarangan yang akan ditanami benih bayam perlu diolah terlebih terlebih dahulu sampai gembur. Setelah itu, buat bedengan dengan arah membujur dari barat ke timur agar memperoleh sinar matahari penuh.

Ilustrasi menanam bayam di pot. SHUTTERSTOCK/VAIVIRGA Ilustrasi menanam bayam di pot.

Memberikan pupuk dasar

Setelah bedengan dibuat, tambahkan pupuk dasar dari pupuk kandang. Aplikasi pupuk dasar dilakukan 3 hari setelah tanam.

Penanaman

Secara umum, menanam bayam di halaman rumah bisa dilakukan dengan tiga cara, yakni:

  • Menaburkan benih langsung di atas bedengan.
  • Menaburkan benih pada barisan dengan jarak 10 sampai 15 cm, lalu tutup benih dengan tanah.
  • Menanam bibit tanaman yang berumur 10 hari setelah tanam. Penanaman bibit diberi jarak 50 x 30 cm. Cara ini biasanya dilakukan untuk jenis bayam petik.

Baca juga: Cara Menanam Bayam di Polybag, Mudah untuk Pemula

Perawatan tanaman

Perawatan tanaman bayam yang perlu dilakukan yaitu penyiraman, pengendalian gulma, pemupukan, dan pengendalian hama maupun penyakit tanaman. Kegiatan perawatan tanaman rutin akan membuat tanaman tumbuh dengan baik.

Panen

Tanaman bayam bisa dipanen setelah berumur 3 hingga 4 minggu setelah tanam. Pemanenan bisa dengan mencabut tanaman sampai ke akar atau memotong pangkal batang tanaman tersebut.

Pemanenan dengan cara petik, memungkin bayam tumbuh kembali dan bisa dipanen kembali seminggu setelahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau