Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Tomat di Polybag untuk Efisiensi Lahan Terbatas

Kompas.com, 23 Agustus 2022, 17:39 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa cara menanam tomat yang dapat dilakukan, salah satunya dengan polybag. Menanam tomat di polybag dapat menjadi salah satu solusi pemanfaatan lahan sempit di pekarangan rumah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Selasa (23/8/2022), untuk menanam tomat di polybag, beberapa hal yang harus disiapkan antara lain pemilihan benih, persiapan pot, media tanam, dan mengisi media tanam ke dalam polybag.

Berikut cara menanam tomat di polybag untuk Anda yang ingin melakukannya di pekarangan rumah atau lahan terbatas.

Baca juga: Penyebab Tomat Busuk pada Bagian Bawah dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi tanaman tomat, tanaman buah tomat.UNSPLASH/DANI CALIFORNIA Ilustrasi tanaman tomat, tanaman buah tomat.

1. Pemilihan benih

Pemilihan benih sangat penting dilakukan. Pasalnya, benih merupakan tahapan awal dalam bercocok tanam.

Salah memilih benih akan memengaruhi hasil budidaya tomat Anda. Untuk hasil optimal, gunakan varietas tomat hibrida karena memiliki beragan keunggulan, baik dari aspek produktivitas maupun ketahanan terhadap penyakit.

Benih tomat hibrida tidak dapat diturunkan menjadi turunan kedua atau ketiga karena pada turunan kedua akan diperoleh variasi yang besar, baik dalam bentuk, ukuran, warna buah, dan ketahanan penyakit.

2. Penyemaian benih

Benih tomat tidak langsung ditanam di dalam polybag, namun harus disemai terlebih dahulu. Sebelum dilakukan penyemaian, Anda harus memastikan bahwa bedeng persemaian atau lokasi persemaian bebas dari organisme pengganggu, salah satunya semut yang bisa memotong titik tumbuh saat terjadi perkecambahan.

Baca juga: Mengapa Tanaman Tomat Tidak Berbuah? Ini 5 Penyebabnya

Salah satu teknik penyemaian tomat secara langsung adalah menggunakan seedling tray atau tempat penyemaian bibit. Media semai yang digunakan bisa berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang.

Ilustrasi tanaman tomatUnsplash/Shalev Cohen Ilustrasi tanaman tomat

Penyiraman media semai sebaiknya dilakukan sebelum benih disemai agar media semai menjadi padat dan benih tidak terlalu tenggelam dalam media setelah disiram ulang.

Setelah benih ditanam, benih ditutup dengan lapisan tipis media dan dilakukan penyiraman ulang.

Perkecambahan benih tomat membutuhkan kondisi gelap dan hangat. Oleh sebab itu, disarankan menutup persemaian selama tiga sampai lima hari ketika terjadi perkecambahan awal.

Baca juga: Manfaat Ampas Kopi untuk Tanaman Tomat dan Cara Menggunakannya

3. Menanam bibit dalam polybag

Sembari menunggu bibit berumur 14 sampai 17 hari setelah semai atau telah memiliki tiga sampai empat helai daun, lakukan persiapan polybag dan media tanam. Pilih polybag yang berdiameter minimal 30 cm.

Dasar polybag sebaiknya diberi lubang terlebih dahulu. Tujuannya agar air siraman tidak menggenang di dalam polybag.

4. Menyiapkan media tanam

Media tanam yang dapat digunakan dalam budidaya tomat di polybag sangat beragam. Ini bergantung dari kemudahan dan kemampuan untuk membuatnya.

Yang terpenting adalah media tanam harus gembur, subur, dan bebas hama tanah.

Baca juga: Mengenal Hama Ulat Tanduk pada Tanaman Tomat dan Cara Membasminya

Media tanam yang bisa digunakan adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1. Anda juga bisa menggunakan tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1.

Alternatif media tanam lainnya adalah tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Media tanam sebaiknya dicampur juga dengan pupuk KCl dan pupuk TSP secukupnya untuk mematikan hama tanah yang mungkin tertinggal.

Ilsutrasi tanaman tomatUnsplash/Justus Menke Ilsutrasi tanaman tomat

Langkah selanjutnya adalah mengatur pH media tanam agar mendekati kisaran 5,8 sampai 6,8. Apabila pH media tanam lebih dari 7 atau kurang dari 5,8, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Tanaman tomat juga akan tumbuh kerdil dan kurang subur. Untuk mencapai pH ideal, media tanam dapat ditambahkan kapur dolomit.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Tomat dan Wortel di Apartemen

Setelah dicampur kapur dolomit, media tanam dibiarkan selama satu hingga dua minggu sebelum digunakan.

5. Mengisi polybag

Masukkan media tanam ke dalam polybag beberapa hari sebelum bibit dipindahkan. Tujuannya agar media tanam di polybag sudah cukup padat saat ditanami.

Sebelum diisi tanah, pastikan bagian bawah polybag telah dilubangi untuk drainase air. Kemudian, isi polybag dengan media tanam hingga menyisakan ruang lebih dari 5 cm dari bibir polybag.

Tempatkan polybag di ruang terbuka dan mendapatkan sinar matahari pagi.

Baca juga: Cara Menanam Tomat dari Irisan Buahnya, Mudah Dilakukan

6. Menanam bibit di polybag

Bibit siap dipindah tanam ketika stadium tanam telah memiliki tiga sampai empat daun benar, yakni pada 14 sampai 17 HSS (hari setelah semai), ketika batang kokoh, dan perakaran berkembang baik. Lakukan penanaman bibit ke dalam polybag dengan hati-hati.

7. Pemeliharaan tanaman

Lakukan sanitasi terhadap daun-daun yang terserang penyakit setiap saat dengan memetik dan dirombak. Selain itu, jika ada hama maka segera dieradikasi baik secara mekanik ataupun dengan pestisida.

Namun, diupayakan untuk menghindari pengendalian secara kimiawi karena hasil tanaman tomat di polybag biasanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Satu bulan setelah tanam, buat ajir untuk menopang tanaman. Ajir diberikan agar tanaman dapat tumbuh tegak dan merambat.

Baca juga: Cara Membuat Tomat yang Ditanam Lebih Manis

Ilustrasi pupuk. SHUTTERSTOCK/FOTODUETS Ilustrasi pupuk.

8. Pemupukan

Berbeda dengan tanaman tomat yang ditanam di lahan, pemupukan pada media polybag dilakukan seminggu sekali dengan dosis yang rendah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pencucian pupuk akibat penyiraman.

Untuk merangsang pertumbuhan vegetatif, tanaman dalam polybag dapat dipupuk dengan pupuk yang mengandung nitrogen tinggi. Pupuk dilarutkan dalam air, lalu dikocok.

Gunakan pupuk ZA sebanyak 10 gram per 10 liter air. Memasuki masa generatif atau berbunga, selain memupuk dengan pupuk nitrogen, tanaman tomat perlu dipupuk dengan pupuk P dan K.

Komposisi ZA, TSP, dan KCl adalah 1:2:1 sebanyak 1 sampai 3 gram per liter air.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menanam Tomat di Pot

Selain pupuk akar, tanaman dalam polybag juga perlu dipupuk dengan pupuk daun karena mengandung unsur mikro yang baik. Pemberiannya melalui penyemprotan 10 sampai 14 hari sekali dengan konsentrasi rendah atau separuh dosis yang disarankan.

Perlu diperhatikan bahwa dalam budidaya tomat di polybag, lakukan perimbangan antara pupuk dan air. Tujuannya agar kondisi media tanam tidak terlalu basa atau menyebabkan terjadinya keracunan pada tanaman.

Cara yang paling mudah untuk mengetahui keadaan air dalam media tanam adalah dengan mengangkat polybag saat kering dan sesudah basah, lalu bandingkan beratnya. Jika ringan berarti kekurangan air, sedangkan bila sangat berat dan air menetes atau menggenang, berarti kelebihan air.

Selain itu, pada masa generatif, pembuahan diupayakan agar kebutuhan unsur kalsium harus dipertimbangkan dan diperhatikan. Kekurangan kalsium akan menyebabkan terjadinya penyakit fisiologis busuk pantat buah (blossom end rot).

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau