Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Sayuran dan Bumbu Dapur yang Bisa Ditanam di Pot Kecil

Kompas.com, 1 September 2022, 14:52 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam sayuran dan bumbu dapur tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Anda bisa menanam sayuran dan bumbu dapur dengan menggunakan pot kecil.

Selain menghemat tempat, menanam sayuran dan bumbu dapur di pot kecil di pekarangan rumah juga dapat membantu Anda menghemat pengeluaran belanja. Sebab, Anda bisa mengonsumsinya segera setelah dipanen.

Dilansir laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (1/9/2022), berikut beberapa sayuran dan bumbu dapur yang bisa ditanam di pot kecil. Beberapa bahkan dapat ditanam di air tanpa membutuhkan tanah.

Baca juga: 7 Tanaman Sayuran yang Cepat Panen, Apa Saja?

Ilustrasi menanam bawang putih. SHUTTERSTOCK/HULABEAR Ilustrasi menanam bawang putih.

1. Bawang merah dan bawang putih

Dua bumbu dapur penting ini bisa ditanam dan diperbanyak umbinya dalam pot kecil. Ambil satu siung bawang merah atau bawang putih dan tanam bagian akar menghadap ke tanah, sedang bagian atasnya dipotong sedikit untuk pertumbuhan tunas.

Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung agar tumbuh tunasnya.

2. Selada

Selasa bisa tumbuh hanya dengan meletakannya di botol kaca yang diisi air. Tempatkan bagian akar putih selada dalam botol kaca yang diisi air, jangan lupa selalu ditambah airnya bila kering dan cukupkan sinar mataharinya.

Setelah tumbuh tunas, Anda bisa memindahkannya ke pot yang berisi tanah.

Baca juga: 5 Sayuran Hijau yang Cepat Panen, Hanya dalam 15 Hari

3. Cabai

Selain ditanam di pekarangan, Anda juga bisa menanam cabai di pot kecil. Caranya cukup sebar bijinya yang sudah dikeringkan, lalu disiram berkala di bawah sinar matahari sampai tumbuh besar dan berbuah.

Namun, sebaiknya gunakan pot yang sedikit lebih besar agar cabai yang dihasilkan lebih bagus dan segar.

Ilustrasi menanam seledri di air.SHUTTERSTOCK/KUNGTALON Ilustrasi menanam seledri di air.

4. Seledri

Seledri juga bisa tumbuh subur hanya dengan dicelupkan bagian batangnya dalam air. Seledri adalah salah satu sayuran yang paling mudah tumbuh dari sisa-sisa potongannya.

Anda hanya perlu memotong bagian bawah seledri, taruh di mangkok berisi air hangat. Biarkan seledri terkena sinar matahari langsung setiap hari, maka akan muncul daun pada batang seledri.

Baca juga: Cara Menanam Cabe di Pot, Mudah dan Praktis

5. Tomat

Biji tomat yang sudah dikeringkan juga bisa ditanam dan tumbuh subur dengan media pot kecil. Biji tomat yang cocok untuk ditanam adalah yang berasal dari buah matang, terutama jika buahnya sudah lembek.

Ambil bijinya dan keringkan, kemudian tanam dalam pot berisi tanah yang subur. Anda perlu memberikan penopang agar tomat bisa tumbuh berdiri dan tidak patah tangkainya.

Ilustrasi menanam jahe di polybag.SHUTTERSTOCK/IZWAR GALLERY Ilustrasi menanam jahe di polybag.

6. Jahe, kunyit, kencur dan jenis rimpang lainnya

Bumbu dapur ini angat mudah untuk ditanam di media apa pun Cukup letakkan potongan jahe atau rimpang lainnya di tanah dengan tunas menghadap ke atas.

Akarnya akan menyebar menghasilkan umbi baru, daunnya pun akan tumbuh tinggi. Ketika tanaman telah tumbuh, Anda bisa menggali umbinya, memotongnya sebagian untuk dipakai, adapun potongan yang lain bisa ditanam kembali.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya di Pot dari Bijinya

7. Daun bawang

Daun bawang bisa ditanam di pot kecil dan meletakannya di dapur agar mudah dipotong saat dibutuhkan. Anda bisa menggunakan bagian akar daun bawang dari sisa memasak.

Tempatkan akar daun bawang ke dalam cangkir berisi sedikit air, dan simpan di dekat jendela dapur yang terkena sinar matahari. Nantinya di bagian bekas potongan itu akan tumbuh daun baru, Anda cukup memotong daun itu untuk memasak.

Ilustrasi tanaman serai di pot. SHUTTERSTOCK/TRAVEL_MASTER Ilustrasi tanaman serai di pot.

8. Serai

Seperti rumput biasa, serai hanya membutuhkan secangkir air dan sinar matahari untuk tumbuh Tempatkan potongan batang serai di atas tanah.

Proses pertumbuhan serai ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Anda baru bisa memindahkannya ke pot yang lebih besar atau ke pekarangan ketika batangnya mencapai sekitar 30 cm.

Baca juga: Cara Menanam Anggur di Pot, Tidak Perlu Lahan Luas

9. Jeruk nipis dan jeruk lemon

Anda bisa menyemai biji jeruk nipis, jeruk purut ataupun lemon di dalam pot dan menumbuhkannya

Selain dengan menyemai biji, Anda juga bisa menanam bibitnya yang diperoleh dari tukang tanaman ke dalam pot. Tanaman jeruk nipis ini juga tidak terlalu besar sehingga bisa ditempatkan di pot kecil.

Pastikan Anda selalu sirami dan beri pupuk agar buahnya tumbuh subur dan lebat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau