Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Langkah Menanam Selada dengan Mudah dan Praktis

Kompas.com, 5 September 2022, 19:13 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Selada merupakan salah satu jenis sayuran cepat panen yang banyak diminati. Selain memiliki masa panen yang cepat, cara menanam selada juga cukup mudah.

Bahkan, sayuran daun ini bisa ditanam di rumah menggunakan polyabg. Penampilannya yang cantik menyerupai bunga yang mekar juga membuat tanaman ini cocok ditanam di depan rumah.

Melansir dari keterangan di laman Cybext Kementerian Pertanian Indonesia, setidaknya ada tiga langkah praktis menanam selada di rumah. Penasaran, bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Selada di Pekarangan Rumah

Ilustrasi selada, menanam selada. PIXABAY/ANALOGICUS Ilustrasi selada, menanam selada.

1. Menyiapkan benih

Benih selada bisa dengan mudah Anda dapatkan di toko pertanian atau toko online yang menjual perlengkapan pertanian. Namun, pastikan membeli benih berkualitas yang belum kadaluarsa.

Tujuannya agar pertumbuhan tanaman baik dan hasil panennya pun maksimal. Benih berkualitas ditandai dengan tingkat perkecambahannya tinggi, bentuk dan ukurannya seragam, berasal dari varietas unggul, dan tidak terserang hama maupun penyakit.

2. Menyemai benih

Jika sudah mendapatkan benih terbaik, Anda bisa segera menyemai benih tersebut. Penyemaian diawali dengan mencapurkan tanah dengan pupuk kompos (perbandingan 2:1).

Baca juga: 7 Sayuran yang Mudah Ditanam di Dalam Rumah, Cabai hingga Selada

Setelah itu, masukan media semai ke dalam tray semai. Taburkan benih selada di atas tray berisi media semai.

Lakukan penyiraman menggunakan sprayer dan letakan persemaian pada area yang tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah berumur 21 hari setelah semai, bibit selada sudah bisa dipindah tanam.

Selada yang sudah dipanenPexels/Ron Lach Selada yang sudah dipanen

3. Penanaman

Bibit selada yang sudah memiliki tiga helai daun bisa segera dipindahkan ke dalam polybag. Anda bisa mengisi polybag dengan media tanah yang sudah dicampur pupuk organik.

Kemudian, buat lubang tanam di tengah polybag dan letakan bibit selada. Tutup perkaran selada dengan media tanam sembari dipadatkan agar bibit tidak rebah.

Lakukan penyiraman secara rutin dan letakan polybag berisi bibit tanaman pada tempat teduh. Cek kondisi selada dan lakukan perawatan semaksimal mungkin.

Baca juga: 6 Cara Menanam Sawi yang Sesuai dengan Syarat Pertumbuhannya

Setelah daun selada sudah mulai rimbun, tanaman selada bisa segera dipanen. Cara panennya yaitu dengan mencabut tanaman selada sampai ke akarnya. Buang akar dan cuci bersih daun selada sebelum dikonsumsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau