Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Cara Menanam Caisim di Pekarangan Rumah

Kompas.com, 23 September 2022, 19:14 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Caisim (Brassika sinesis L.) atau sawi hijau adalah jenis sayuran hijau yang banyak digemari masyarakat. Caisim mengandung pro vitamin A dan asam askorbat.

Caisim dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Caisim pun bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik di semua jenis tanah, baik pada tanah mineral bertekstur ringan sampai tanah liat berat maupun tanah organik seperti tanah gambut.

Tingkat keasaman tanah atau pH tanah yang optimal untuk budidaya caisim berkisar antara 6 sampai 6,5. Adapun suhu yang optimal untuk menanam caisim adalah antara 15 sampai 20 derajat celcius.

Baca juga: Cara Menanam Caisim atau Sawi Hijau di Pekarangan Rumah

Ilustrasi tanaman caisim, menanam caisim. SHUTTERSTOCK/LZF Ilustrasi tanaman caisim, menanam caisim.

Caisim bisa ditanam di pekarangan rumah karena perawatannya rendah. Bila Anda memiliki lahan pekarangan luas, model budidaya bedengan, di pot, atau di polybag dapat dilakukan.

Adapun jika Anda memiliki pekarangan rumah sempit, sebaiknya menanam caisim di pot atau vertikultur atau rak bertingkat.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Jumat (23/9/2022), berikut cara menanam caisim di pekarangan rumah.

1. Pemilihan varietas

Varietas yang dianjurkan adalah LV.145 dan Tosakan. Namun, yang beredar di pasaran kebanyakan tosakan dan Shinta.

Baca juga: 6 Cara Menanam Sawi yang Sesuai dengan Syarat Pertumbuhannya

Daya tumbuhnya lebih dari 95 persen, vigor murni, bersih dan sehat. Adapun kebutuhan benih per hektar 450 sampai 600 gram.

2. Pembibitan

Sebelum ditanam, lakukan pembibitan terlebih dahulu. Ada dua cara pembibitan tanaman caisim, yakni pertama, benih disemai di bedengan yang berukuran kecil, yaitu 0,5 x 1 meter persegi atau luas ukuran sesuai dengan kebutuhan bibit.

Ilustrasi menanam sawi hijau atau caisim. SHUTTERSTOCK/THAMKC Ilustrasi menanam sawi hijau atau caisim.

Cara kedua, benih disemai di wadah plastik dengan luas ukuran wadah sesuai kebutuhan bibit. Sebelum benih disemai, benih direndam di dalam air selama kurang lebih dua jam.

Selama perendaman, benih yang mengapung dipisahkan dan dibuang. Benih yang tenggelam digunakan untuk disemai.

Baca juga: Gampang, Begini Cara Menanam Sawi di Polybag

Selanjutnya, benih disebar secara merata di atas bedeng persemaian dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang 1 : 1 setebal sekitar 7 cm.

Benih yang telah disebar selanjutnya disiram sampai basah kemudian ditutup dengan daun pisang atau karung goni selama dua sampai tiga hari. Sebaiknya bedeng persemaian diberi naungan.

Bila bibit sudah berumur dua sampai tiga minggu setelah disemai bibit tersebut sudah siap untuk ditanam. Perlakuan yang sama pula dilakukan jika benih disemai diwadah plastik.

Wadah tersebut diteduhkan di rumah persemaian sampai bibit berumur dua sampai tiga minggu. Bibit tersebut sudah siap untuk ditanam.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Nanas di Pekarangan Rumah

3. Pengolahan tanah

Lahan pekarangan dibersihkan dari gulma kemudian tanahnya dicangkul sedalam 20 sampai 30 cm supaya gembur. Setelah itu, bedengan dibuat dengan ketinggian sekitar 20 sampai 30 cm, lebar sekitar 1 meter, dan panjang tergantung ukuran atau bentuk lahan.

Jarak antara bedengan sekitar 40 cm atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Detelah tanah diratakan, permukaan bedengan di beri pupuk kandang yang sudah matang, dengan dosis 100 kg per 100 meter persegi.

Semprot larutan pupuk cair bioboost atau EM4 (10 ml per 1 liter air) pada permukaan bedengan. Kemudian permukaan bedengan ditutup dengan tanah biarkan selam tiga hari dan bedengan siap untuk ditanami.

Ilustrasi menanam sawi hijau atau caisim. SHUTTERSTOCK/POSINOTE Ilustrasi menanam sawi hijau atau caisim.

4. Penanaman

Sebelum penanaman, bedeng-bedeng tersebut dibuat lubang tanam dengan jarak antara tanaman 15 cm dan jarak antar barisan 20 cm. Tiap lubang tanaman diberi 1 hingga 2 anakan, kemudian bedengan yang sudah ditanami sampai basah.

Baca juga: Cara Menanam Strawberry di Pot, Praktis Tanpa Lahan Luas

5. Model budidaya di pot

Pot yang digunakan sebaiknya berukuran 30 x 30 cm. Pot harus memiliki 4 sampai 5 lubang di bagian bawah sisi kiri dan kanan untuk membuang kelebihan air agar tidak tergenang.

Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Perbandingannya dapat 1 : 1, 1 : 2, atau 1 : 3, tergantung tingkat kesuburan dan tekstur tanah.

Masukkan media ke dalam wadah sampai penuh.sisakan jarak sekitar 1 cm dari bibir wadah. Semprot larutan pupuk cair Biosboost atau EM4 (10 ml per 1 liter air) pada permukaan tanah di pot.

Kemudian, tutup pot dengan garung goni selama tiga hari. Setelah itu, pot siap digunakan untuk menanam caisim.

Baca juga: 10 Cara Membuat Tanaman Buah di Pot Cepat Berbuah

6. Penanaman

Sebelum dilakukan penanaman, pot disiram terlebih dahulu untuk memudahkan penanaman. Penanaman di pot dilakukan dengan cara pindah anakan caisim dari bedeng persemaian atau dari wadah plastik dan ditanam di dalam pot dengan jumlah 2 sampai 3 anakan.

7. Perawatan tanaman

Penyiraman perlu dilakukan pagi dan sore hari bila tidak hujan. Pupuk susulan pertama setelah tanaman berumur 4 hari setelah tanam (HST) dengan cara disemprot larutan pupuk cair Biosboost atau EM4 (10 ml per 1 liter air) pada tanaman.

Pupuk susulan kedua dan ketiga setelah tanaman berumur 11 HST dan 17 HST. Cara memupuk dan dosis pupuk sama seperti pemupukan susulan pertama.

Pupuk organik cair Landeto dapat juga diberikan pada tanaman sebagai pupuk tambahan dengan dosis 2 tutup botol per 10 liter air. Larutan pupuk ini disemprot pada tanaman dengan waktu pemberian setelah tanaman berumur 7 HST dan 21 HST.

Ilustrasi caisim atau sawi hijau. SHUTTERSTOCK/PHOTOSYNC Ilustrasi caisim atau sawi hijau.

Penyiangan dapat dilakukan Jika tumbuh gulma. Jika ada tanaman terserang hama penyakit, segera ditanggulangi secara mekanis (dicabut dan dibakar) atau disemprot dengan fungisida dan insektisida nabati.

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga di Pot agar Cepat Berbuah

8. Panen

Caisim mulai panen setelah tanaman berumur 45 sampai 50 hari. Panen dilakukan dengan cara mencabut atau memotong pangkal batang.

Bila panen terlambat dapat menyebabkan tanaman cepat berbunga. Caisim yang baru panen ditempatkan di tempat yang teduh, agar tidak cepat layu.

Untuk mempertahankan kesegaran, sayuran ini perlu diberi air dengan cara dipercik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau